Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

BIN Klaim Kondisi Terkendali, JAN Soroti Masalah Deteksi Dini

by Visioner Indonesia
September 4, 2025
in Nasional
Reading Time: 3min read
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Gelombang aksi massa yang berujung ricuh pada akhir Agustus 2025 masih menyisakan pertanyaan publik. Badan Intelijen Negara (BIN) menegaskan telah melakukan pemantauan terhadap kelompok-kelompok yang berpotensi memicu kerusuhan, sekaligus memastikan kondisi keamanan tetap terkendali. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya penjarahan, pengrusakan fasilitas umum, dan bentrokan yang tidak sepenuhnya dicegah.

Klaim situasi terkendali dari BIN memunculkan kritik mengenai efektivitas fungsi deteksi dini. Intelijen seharusnya menjadi barisan terdepan dalam mencegah gejolak sosial berkembang menjadi kerusuhan. Jika kericuhan tetap pecah, berarti ada celah dalam mekanisme peringatan dini maupun tindak lanjut rekomendasi intelijen kepada aparat di lapangan.

Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) menilai bahwa evaluasi menyeluruh terhadap fungsi deteksi dini perlu dilakukan. “Publik tidak menuntut lembaga intelijen membuka rahasia operasi. Namun, wajar bila ada penjelasan mengapa kerusuhan masih terjadi meski pemantauan disebut telah dilakukan,” tegas Romadhon Jasn kepada awak media, Jumat (4/9/2025).

Selain itu, dinamika media sosial yang semakin cepat juga berperan besar dalam mobilisasi massa. Narasi provokatif menyebar luas tanpa filter, memperbesar eskalasi hanya dalam hitungan jam. “Fenomena ini semestinya sudah bisa dipetakan oleh lembaga intelijen, dan hasilnya disalurkan lebih cepat kepada aparat penegak hukum untuk pencegahan dini,” jelas Romadhon Jasn.

Romadhon menambahkan, persoalan mendasar bukan hanya mengumpulkan informasi, melainkan memastikan informasi tersebut diterjemahkan menjadi aksi nyata. Ia menyoroti pola lama di mana laporan intelijen hanya berhenti di meja Presiden, tanpa diikuti koordinasi strategis di lapangan. “Akhirnya, aparat kerap bergerak setelah situasi terlanjur membesar. Di sinilah tanggung jawab Presiden diuji, karena kendali atas aparat keamanan ada di tangan kepala negara,” tegasnya.

Koordinasi lintas lembaga juga mendapat perhatian serius. JAN menilai Polri, TNI, dan BIN harus menyusun mekanisme komunikasi langsung yang lebih terukur. Jalur koordinasi yang solid akan memperkecil risiko miskomunikasi dan mempercepat tindakan pencegahan, terutama saat gejolak mulai terlihat di akar rumput, ujar Romadhon Jasn.

Di sisi lain, JAN mengingatkan agar aspirasi masyarakat tidak serta-merta dianggap ancaman. Demonstrasi sahih adalah bagian dari demokrasi, sedangkan provokasi yang disengaja harus dibedakan secara tegas. Kesalahan membaca situasi justru akan menambah ketegangan antara rakyat dan aparat keamanan, sehingga memperburuk krisis kepercayaan publik.

Romadhon menilai, pendekatan keamanan harus dipadukan dengan komunikasi publik yang aktif. Pemerintah sebaiknya membuka kanal resmi untuk memberikan klarifikasi cepat agar ruang provokator di media sosial semakin sempit. “Keterbukaan informasi yang proporsional akan membantu mengurangi spekulasi dan menjaga ketenangan masyarakat,” jelasnya.

Selain aparat, keterlibatan tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi sipil juga diperlukan untuk menyalurkan aspirasi rakyat secara konstruktif. Dialog terbuka dan upaya meredam ketegangan berbasis komunitas akan lebih efektif dalam mencegah eskalasi. “Dengan demikian, negara tidak hanya hadir dengan kekuatan represif, tetapi juga melalui pendekatan yang humanis dan solutif,” tutur Romadhon Jasn.

Akhirnya, gejolak sosial yang terjadi menjadi pelajaran penting bahwa klaim situasi aman tidak cukup tanpa bukti nyata di lapangan. JAN mendorong Presiden agar segera memperkuat fungsi deteksi dini, memperbaiki koordinasi lintas lembaga, dan memastikan strategi komunikasi publik lebih aktif. “Jika hal ini tidak segera dibenahi, negara akan terus terjebak dalam siklus reaktif yang merugikan masyarakat dan menurunkan kepercayaan publik,” pungkas Romadhon Jasn.

Previous Post

Dukung Polri Tindak Tegas Pelaku Kerusuhan dan Penjarahan

Next Post

Pimpin IKA UICI, Aru Prayogi Tekankan Ini Jadi Wadah Pengabdian Kepada Masyakarat

Related Posts

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026
TNI Akan Bangun Batalyon Pembangunan di Seluruh Kabupaten
Nasional

TNI Akan Bangun Batalyon Pembangunan di Seluruh Kabupaten

April 19, 2026
PDIP Kritik Pemerintah Soal Kenaikkan Harga BBM Non Subsidi
Ekonomi

PDIP Kritik Pemerintah Soal Kenaikkan Harga BBM Non Subsidi

April 19, 2026
Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’
Nasional

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’

April 11, 2026
Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal
Nasional

Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

TERPOPULER

Layanan Digital Polri: Hadiah Inovasi Bagi Warga yang Merindukan Pelayanan Cepat dan Transparan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Bahlil Mau Cegah Pertalite-Solar Jebol

Pertamax Tak Naik, Bahlil Buka Soal Kemungkinan Penyesuaian Harga

Pemerintah Kerek Harga Tabung Gas Nonsubsidi

Harga Emas Antam Naik Saat Emas Dunia Malah Turun

Gencatan Senjata AS-Iran Hampir Selesai, Mau Jual atau Beli Emas?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved