
JAKARTA -, 4 September 2025 – Kaukus Muda Indonesia (KMI) menyatakan dukungan penuh kepada Polri untuk menindak tegas para pelaku kerusuhan, pengrusakan, dan penjarahan yang terjadi dalam rangkaian aksi beberapa waktu lalu. KMI menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu agar tercipta efek jera serta menjaga stabilitas keamanan nasional.
Ketua KMI, Edi Homaidi, menilai kerusuhan yang menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat maupun negara tidak bisa ditoleransi. “Polri sudah berada di jalur yang tepat. Kami mendukung langkah penegakan hukum agar para pelaku segera diproses sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (4/9).
Menurut KMI, perusakan fasilitas umum dan penjarahan toko justru mencederai semangat demokrasi yang memberi ruang kebebasan berpendapat. Aspirasi rakyat seharusnya disampaikan dengan tertib dan damai, bukan dengan kekerasan atau tindakan melawan hukum.
Edi menekankan, aksi yang murni menyuarakan aspirasi rakyat tetap perlu dihargai, tetapi perilaku anarkis tidak boleh dibiarkan berkembang. “Kebebasan berekspresi adalah hak, tetapi jangan sampai merugikan masyarakat luas. Hukum harus ditegakkan agar ada kepastian dan keadilan,” katanya menambahkan.
KMI juga mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan momentum aksi untuk kepentingan sempit. Stabilitas Jakarta, khususnya pasca aksi massa, dinilai menjadi prioritas utama dalam menjaga keberlangsungan roda pemerintahan dan kehidupan ekonomi.
“Keamanan ibu kota adalah barometer nasional. Bila Jakarta aman, maka seluruh daerah juga akan merasa lebih tenang,” tegas Edi.
Dalam pandangan KMI, ketegasan Polri menindak pelaku kerusuhan sekaligus menjadi bukti komitmen institusi tersebut dalam menjaga amanah rakyat. Hal ini sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengutamakan profesionalisme, transparansi, dan keadilan hukum.
“Langkah tegas ini harus dilanjutkan agar masyarakat merasa dilindungi, sementara pelaku yang mencoba merusak ketertiban umum mendapatkan ganjaran yang setimpal,” pungkas Edi.





