Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Data Dana Mengendap dan Kepentingan Transparansi Bukan Drama Politik

by Visioner Indonesia
Oktober 25, 2025
in Ekonomi
Reading Time: 3min read
0
SHARES
50
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, — Polemik pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang dana pemerintah daerah (Pemda) yang disebut “mengendap” di bank hingga mencapai Rp233 triliun memunculkan reaksi berantai di sejumlah daerah. Salah satunya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mendatangi Bank Indonesia dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memverifikasi langsung sumber data tersebut. Langkah ini mendapat perhatian publik dan menimbulkan diskusi luas tentang tata kelola keuangan negara.

Sementara itu, beberapa kepala daerah seperti Wali Kota Banjarbaru juga menyatakan keberatan terhadap data tersebut, karena dianggap tidak mencerminkan kondisi riil APBD mereka. Perbedaan angka antara Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, dan Bank Indonesia menjadi sorotan utama publik. Sebagian pihak menilai persoalan ini seharusnya diselesaikan secara administratif sebelum diumumkan ke publik, agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru.

Pengamat menilai langkah Dedi Mulyadi menemui BPK dan BI merupakan upaya verifikasi yang sah secara administratif, tetapi menunjukkan adanya kelemahan koordinasi antarlembaga negara. “Data sebesar itu seharusnya tidak diumumkan tanpa sinkronisasi antar kementerian. Publik perlu kejelasan, bukan drama angka di depan kamera,” ujar Romadhon Jasn, pengamat kebijakan publik, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (25/10).

Romadhon menyebut, isu “dana mengendap” harus diletakkan dalam konteks teknis, bukan politis. Menurutnya, saldo kas daerah seringkali bersifat sementara karena menunggu proses administrasi atau jadwal pembayaran proyek. “Tidak semua saldo berarti pemborosan. Tapi jika komunikasi data tidak hati-hati, publik bisa salah tafsir dan menilai ada penyimpangan. Ini yang harus dihindari,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kegaduhan ini bisa merembet pada stabilitas pemerintahan di awal masa Presiden Prabowo Subianto. “Presiden seharusnya tidak perlu terbebani oleh miskomunikasi data teknis. Fokus pemerintah sekarang adalah menata ekonomi dan memperkuat kepercayaan publik, bukan memadamkan kebisingan politik,” kata Romadhon.

Menurutnya, persoalan ini menjadi pelajaran penting bagi kementerian terkait agar memperkuat koordinasi data dan prosedur komunikasi publik. Pemerintah pusat dan daerah harus duduk bersama, menyamakan metodologi, dan menjelaskan kepada publik secara transparan perbedaan definisi dana kas, giro, dan deposito daerah.

Romadhon menilai, inisiatif Dedi Mulyadi untuk mengecek langsung ke lembaga auditor harus diapresiasi, tetapi sebaiknya difasilitasi dalam forum resmi. “Lebih baik rapat koordinasi lintas kementerian dan pemda di bawah Menko Perekonomian atau Kemendagri, agar semua data terkonfirmasi sebelum menjadi headline. Politik sebaiknya berhenti di meja kerja, bukan di depan kamera,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia segera menerbitkan penjelasan metodologis publik. “Publik hanya ingin tahu: uang itu di mana, statusnya apa, dan apakah digunakan sesuai aturan. Dengan keterbukaan, isu ini selesai tanpa perlu saling tuding,” jelas Romadhon.

Di tengah kehebohan pemberitaan, Romadhon mengingatkan seluruh pihak untuk menahan diri. Data fiskal berskala nasional adalah hal sensitif yang harus dikelola dengan disiplin komunikasi negara. Pemerintah daerah berhak klarifikasi, namun harus tetap dalam koridor administratif dan koordinatif. Kemenkeu, Kemendagri, BI, dan BPK perlu menyampaikan satu narasi terpadu demi menjaga kepercayaan publik.

“Ini bukan tentang siapa yang benar, tapi tentang bagaimana negara mengelola data dengan akal sehat dan integritas. Mari kita kembalikan masalah ini ke ranah profesional, bukan personal. Kegaduhan tak pernah menambah keadilan,” tutup Romadhon Jasn.

Previous Post

197 Ton Narkoba Disita, Polri Buka Hotline 24 Jam: Bukti Perang Melawan Narkoba Semakin Nyata

Next Post

Pertamina Raih 11 Penghargaan Soebroto 2025: Inovasi Energi, Dedikasi, dan Cermin Cinta Publik

Related Posts

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil
BUMN

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Juli 21, 2026
118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor
Ekonomi

118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor

Juli 18, 2026
BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan
Ekonomi

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Juli 15, 2026
PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan
Ekonomi

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

Juli 13, 2026
Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Ekonomi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Juli 10, 2026
OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

TERPOPULER

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved