
Jakarta, 26 Oktober 2025 —
PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Soebroto Award 2025, penghargaan tertinggi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diberikan kepada pelaku energi nasional. Pertamina berhasil meraih 11 penghargaan di berbagai kategori, mulai dari inovasi energi bersih, efisiensi, hingga pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut capaian ini sebagai hasil kerja keras para “perwira energi” yang menjaga ketahanan energi di tengah tekanan global. “Ini bukan sekadar prestasi, tapi bukti bahwa dedikasi dan inovasi bisa menjadi bahan bakar kemajuan bangsa,” ujarnya. Ia menekankan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat agar Pertamina terus berinovasi dan melayani dengan sepenuh hati.
Soebroto Award ke-8 ini juga menandai peluncuran logo baru Kementerian ESDM bertema Pancar Dipa, yang menggambarkan sinar energi sebagai semangat kebersamaan. Ajang ini menjadi panggung bagi perusahaan dan lembaga yang berkontribusi pada ketahanan dan keberlanjutan energi nasional.
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti bahwa BUMN seperti Pertamina mampu menjawab tantangan dengan kinerja dan integritas. “Inovasi energi tidak hanya soal mesin dan kilang, tapi tentang moralitas publik, keberanian untuk tetap melayani rakyat di tengah badai kritik,” ujarnya, Minggu (26/10).
Pertamina mengakui bahwa sebagai pelayan publik, kritik dan masukan dari masyarakat adalah bagian dari cinta dan kepercayaan. Kritik bukan ancaman, tetapi cermin untuk terus berbenah. “Masyarakat menegur karena peduli, bukan benci. Dan itulah hakikat BUMN: melayani dengan telinga terbuka dan hati yang lapang,” ucap Romadhon Jasn, menegaskan pentingnya kedewasaan korporasi dalam menerima masukan.
Pegiat perlindungan konsumen dan Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, mengingatkan bahwa pelayanan SPBU harus terus berinovasi mengikuti kebutuhan masyarakat modern. “Kritik publik jangan dihindari, karena itulah cara rakyat berpartisipasi dalam memperbaiki layanan,” ujarnya dalam rilisnya yang menyoroti pentingnya improvisasi pelayanan Pertamina.
Pertamina melalui anak perusahaannya Pertamina Hulu Energi, Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina New & Renewable Energy mencatat berbagai inovasi strategis, mulai dari produksi biofuel, efisiensi kilang, hingga pembangunan Green Energy Station (GES) bertenaga surya. Semua langkah ini menjadi fondasi menuju transisi energi bersih.
“Pekerjaan besar energi tidak hanya di laboratorium, tapi juga di lapangan di mana masyarakat merasakan langsung manfaatnya,” tutur Romadhon Jasn, menyoroti pentingnya partisipasi publik dalam keberhasilan transisi energi nasional.
Simon Mantiri dalam sambutannya juga menegaskan bahwa Pertamina akan terus memperkuat riset dan investasi di sektor energi baru terbarukan, serta memperluas kemitraan global untuk mewujudkan ketahanan energi berkeadilan. Upaya ini, katanya, bukan hanya soal bisnis, tetapi tanggung jawab kepada bangsa. “Energi harus menghadirkan kesejahteraan, bukan ketimpangan,” tegasnya.
Romadhon menambahkan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat bagi semua pihak agar reformasi energi tidak berhenti di seremoni, melainkan terus hidup dalam kebijakan dan tindakan nyata. “Apresiasi tanpa introspeksi hanya pujian hampa. Tapi jika dijalankan dengan kesadaran publik, itu menjadi energi moral bangsa,” ujarnya.
“Soebroto Award bukan garis akhir, tapi titik berangkat baru,” pungkas Romadhon Jasn. “Pertamina harus terus membuktikan bahwa melayani bangsa adalah kehormatan, dan setiap kritik adalah cahaya yang menuntun menuju pelayanan yang lebih baik.”





