Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Detail Menu MBG Ramadan dan Proses Pembagiannya

by Visioner Indonesia
Januari 21, 2026
in Lifestyle
Reading Time: 2min read
0
SHARES
37
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah anggapan bahwa menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan menggunakan makanan ultra-prosesed food (UPF). 

Dadan menjelaskan, selama Ramadan makanan MBG memang dirancang agar tidak cepat basi karena sebagian besar siswa berpuasa. Namun, ketahanan makanan tersebut tidak berarti menggunakan produk ultra-proses.

“Untuk Ramadan, makanan yang kami berikan tidak yang cepat rusak, tapi tidak yang ultra-proses,” ujar Dadan di rapat dengar Komisi IX, Selasa (20/1).

Ia mencontohkan, sejumlah produk olahan sederhana masih diperbolehkan selama memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Produk tersebut antara lain abon, telur rebus, telur pindang, serta makanan olahan masyarakat yang mampu bertahan hingga 12 jam.

“Misalnya abon masih boleh, telur rebus, telur pindang, atau produk olahan masyarakat yang bisa tahan sampai 12 jam,” katanya.

Dadan juga menjelaskan skema distribusi MBG selama Ramadan pada dasarnya sama seperti tahun sebelumnya. Di daerah yang mayoritas penduduknya menjalankan ibadah puasa, makanan tetap dibagikan di sekolah.

“Ramadan seperti tahun lalu, di daerah yang mayoritas puasa, makanan akan diberikan di sekolah,” ujarnya.

Makanan tersebut kemudian dibawa pulang oleh siswa untuk dikonsumsi saat berbuka puasa di rumah. Skema ini diterapkan agar manfaat gizi tetap diterima tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Sementara itu, di daerah yang mayoritas masyarakatnya tidak menjalankan puasa, pelayanan MBG tetap berjalan seperti biasa. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap menyalurkan makanan untuk dikonsumsi di sekolah.

“Di daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan SPPG berjalan seperti biasa,” terang Dadan.

BGN menegaskan, penyesuaian menu dan pola distribusi selama Ramadan dilakukan tanpa mengurangi prinsip dasar MBG, yakni penyediaan makanan bergizi, aman, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di berbagai daerah.

Previous Post

Cabut Izin 28 Perusahaan di Banjir Sumatra Dinilai Belum Cukup

Next Post

Pengamat Nilai MBG Tak Tepat Dilindungi UUD

Related Posts

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi
Kesehatan

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

April 24, 2026
Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau
Daerah

Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau

April 11, 2026
Prabowo Minta Maaf ke PB IPSI: Pencak Silat Belum Masuk Olimpiade
Lifestyle

Prabowo Minta Maaf ke PB IPSI: Pencak Silat Belum Masuk Olimpiade

April 11, 2026
Lifestyle

Dasco Ajak Publik Jaga Kesantunan Digital, Persatuan Bangsa di Atas Segalanya

Maret 7, 2026
Lifestyle

Ramai Masyarakat Ikut Program Mudik Gratis Lebaran

Februari 27, 2026
Lifestyle

BGN Buka Diri Terhadap Kritik: Transparansi Jadi Kunci Menjaga Mutu Makan Bergizi Gratis

Januari 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

TERPOPULER

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved