Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

BGN Buka Diri Terhadap Kritik: Transparansi Jadi Kunci Menjaga Mutu Makan Bergizi Gratis

by Visioner Indonesia
Januari 30, 2026
in Lifestyle
Reading Time: 3min read
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Di balik riuh rendah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini mengepul serempak, sebuah pertaruhan besar sedang berlangsung. Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya sedang membagikan makanan, tetapi juga menguji daya tahan birokrasi dalam mengelola anggaran yang menyentuh angka Rp855 miliar per hari pada Januari 2026 ini. Skala masif ini membawa konsekuensi logistik yang tak main-main, mulai dari standarisasi higienitas hingga transparansi pengadaan bahan baku yang kerap memicu sentimen miring di media sosial.

Romadhon Jasn Pegiat sosial, yang intens mengawal isu ini, menilai kegaduhan publik adalah tanda kepedulian yang sehat. “Kegaduhan mengenai temuan dapur bermasalah harus diletakkan pada proporsi yang tepat. Kita tidak bisa membakar seluruh lumbung hanya karena ada beberapa tikus; masalah lapangan justru jadi momentum emas untuk memperkuat audit mendadak,” ujar Romadhon saat diwawancarai di Jakarta (30/01/2026).

Menanggapi sorotan tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana justru menegaskan pihaknya sangat terbuka terhadap pengawasan masyarakat. Bahkan, unggahan viral yang berisi kritik tajam di media sosial dianggap sebagai bantuan bagi pusat untuk mengevaluasi SPPG di daerah secara real-time. “Jadi kalau ada yang viral-viral yang kurang baik, Badan Gizi senang. Karena itu teguran untuk SPPG yang bersangkutan,” ujar Dadan di Kemenko Bidang Pangan.

Terkait isu nepotisme dalam penunjukan vendor, Romadhon menekankan pentingnya keterbukaan data agar kepercayaan publik tidak ambruk. Ia berargumen, “Sentimen negatif mengenai ‘titipan pejabat’ dalam vendor hanya bisa diredam jika BGN berani membuka data vendor per wilayah ke publik secara transparan melalui Laman Resmi Badan Gizi Nasional.”

Sikap terbuka pusat ini juga dipicu oleh insiden arogansi oknum di Pesawaran, Lampung, di mana pengiriman makanan sempat dihentikan sepihak karena pengelola antikritik. Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, memastikan tindakan tegas bagi pengelola yang menghambat hak gizi anak. “Kami tidak akan berkompromi. SPPG yang melanggar standar kualitas atau menunjukkan arogansi pelayanan akan langsung masuk daftar hitam (blacklist) permanen,” tegas Nanik menambahkan.

Menariknya, BGN kini menerapkan kebijakan bahwa sekolah tidak wajib menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika merasa siswanya sudah tercukupi gizinya secara mandiri. Langkah ini diambil untuk merespons keberatan sejumlah sekolah swasta elite sekaligus memastikan anggaran tepat sasaran. “Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima, tidak apa-apa. Anggarannya akan langsung dialihkan untuk intervensi gizi anak-anak jalanan dan balita berisiko stunting,” jelas Nanik soal fleksibilitas aturan baru tersebut.

Romadhon pun mengusulkan langkah konkret berupa “Papan Pengumuman Gizi” di setiap sekolah penerima manfaat sebagai bentuk transparansi akar rumput. Menurutnya, narasi BGN yang tidak ‘anti-baper’ ini sangat penting untuk menunjukkan bahwa pemerintah tidak sedang menutupi kekurangan, melainkan mengajak rakyat ikut menambalnya bersama demi kepentingan nasional.

Kini, bola panas berada di tangan BGN untuk membuktikan bahwa transparansi bukan sekadar jargon politik di atas kertas. Terbitnya Perpres Tata Kelola yang komprehensif menjadi niscaya agar anggaran triliunan rupiah tersebut tidak hanya menguap di rantai birokrasi yang panjang, tetapi benar-benar mendarat di piring mereka yang paling membutuhkan dengan standar keamanan pangan yang tak bisa ditawar.

Romadhon mengingatkan agar perdebatan teknis tidak mengaburkan substansi hak gizi anak sebagai aset masa depan bangsa. “Jangan sampai kita terlalu sibuk berdebat soal prosedur, tapi menutup mata bahwa jutaan anak di daerah terpencil kini merasakan asupan protein berkualitas secara konsisten. Tugas masyarakat sipil adalah menjadi alarm yang menjaga, bukan penjegal yang mematikan harapan,” pungkasnya.

Tags: Bgn mbgromadhon jasn
Previous Post

Hujan Deras di Jakarta, 17 RT Tergenang Banjir

Next Post

Menjaga Marwah Bhayangkara: Mengapa Independensi Polri Adalah Harga Mati

Related Posts

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja
Lifestyle

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Juli 28, 2026
Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi
Lifestyle

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Juli 28, 2026
Tiga Kancil Politik Ala Prabowo: Dasco, Cak Imin, Bahlil
Lifestyle

Tiga Kancil Politik Ala Prabowo: Dasco, Cak Imin, Bahlil

Juli 28, 2026
Prabowo Bertemu Jokowi di Acara Nikah Anak Boy Thohir
Lifestyle

Prabowo Bertemu Jokowi di Acara Nikah Anak Boy Thohir

Juli 28, 2026
Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic
Lifestyle

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Juli 18, 2026
Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah
Lifestyle

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik

TERPOPULER

Kasus mantan Jampidsus, PBNU semangati Jaksa Agung berantas korupsi

Kanal “Teman Cerita” untuk cegah perundungan hingga kekerasan remaja

Pengamat Bongkar Motif Partai Gerakan Rakyat Usung Anies Jadi

Rupiah Hari Ini Selasa 28 Juli 2026 Rontok Tembus Rp 18.108 Per Dolar AS

Bertemu Seskab Teddy, Pramono Bahas Percepatan Jakarta Kota Global

Kasus Narkoba Oknum Polri: Tak Ada Impunitas, Langkah Tegas yang Kian Dipercaya Publik

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved