MANADO — Atmosfer politik di Sulawesi Utara mendadak penuh energi akhir pekan kemarin. Kedatangan Sufmi Dasco Ahmad ke Bumi Nyiur Melambai bukan sekadar menghadiri seremonial tahunan, melainkan membawa misi strategis dari Prabowo Subianto guna meneguhkan arah baru pembangunan daerah yang selaras dengan kebijakan pusat.
Di hadapan ribuan peserta yang memadati ruangan, pesan yang disampaikan terasa lugas namun mendalam. Intinya adalah pentingnya menjaga soliditas terhadap kepemimpinan Yulius Selvanus Komaling. Di tengah lanskap demokrasi yang kerap diwarnai ego faksi, pemandangan satu barisan yang diperlihatkan di Manado menjadi materi edukasi politik yang bernilai bagi publik luas.
Publik menangkap sinyal kuat mengenai bagaimana sebuah struktur besar dirawat dengan ketegasan yang terukur. Kehadiran figur senior dari Jakarta ke daerah dinilai efektif memperkuat komitmen bersama sekaligus mengikis potensi gesekan yang tidak perlu di tingkat internal.
Ketua Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, mengamati dinamika tersebut dari sudut pandang masyarakat sipil. Ia memandang langkah taktis yang diperlihatkan di Four Points by Sheraton Manado sebagai potret tata kelola organisasi modern yang rapi dan terukur.
“ Kami melihat langkah Pak Dasco akhir pekan lalu sangat taktis. Beliau bertindak seperti jangkar yang mengokohkan fondasi, membuat semua elemen di bawahnya merasa aman dan memiliki arah yang jelas,” ujar Romadhon, Minggu (24/5/2026).
Romadhon menilai, ketika sebuah organisasi besar mampu mempertontonkan kedewasaan dalam menyelesaikan urusan domestik melalui dialog terbuka, dampaknya akan meluas terhadap ketenangan iklim sosial masyarakat. Ketegasan yang berpadu dengan keterbukaan komunikasi seperti yang dicontohkan di level regional dinilai layak menjadi referensi bagi banyak lembaga.
Konsolidasi di Manado mungkin berstatus agenda internal. Namun esensi mengenai penghormatan terhadap hierarki organisasi serta penyelesaian perbedaan melalui jalur musyawarah merupakan pelajaran penting yang dapat ditiru oleh kelompok pemuda maupun elemen masyarakat di berbagai daerah.
Masyarakat akhirnya mendapatkan sajian politik yang lebih menenangkan. Kehadiran tokoh nasional yang membawa energi persatuan, disambut antusiasme lokal yang siap bergotong royong, menjadi bukti bahwa aktivitas politik dapat dikemas secara elegan, bermartabat, dan tetap berorientasi pada stabilitas wilayah.






