Jakarta, – Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ajakan menarik. Ia meminta masyarakat memberikan masukan dan kritik untuk perbaikan Polri.
Bukan sekadar seremonial, tema “Polri untuk Masyarakat” diterjemahkan sebagai ruang evaluasi. Kapolri menyebut kritik dan keluhan publik akan menjadi bahan perbaikan institusi.
“Masyarakat semakin percaya karena Polri terus melakukan evaluasi. Polri tidak hanya ingin dipuji di hari jadinya, tapi juga mau mendengar apa yang kurang. Inilah yang membuat Polri semakin dicintai,” ujar Ketua JAN, Romadhon Jasn, Senin (29/6/2026).
“Tentunya masyarakat bisa memberikan masukan tentang hal-hal yang mungkin masih kurang atau hal-hal yang masih bisa diperbaiki,” kata Kapolri di Polda Metro Jaya, Minggu (28/6/2026).
“Polri menunjukkan kedewasaan dengan membuka ruang dialog dengan rakyat. Ini bukan sekadar ajakan seremonial, tapi langkah nyata untuk mendengar dan memperbaiki diri,” ujar Romadhon.
Rangkaian HUT ke-80 juga diisi kegiatan yang melibatkan publik: bakti kesehatan, olahraga, esport, hingga lomba kreativitas. Tujuannya agar masyarakat merasakan kehadiran Polri.
“Polri tidak hanya sibuk dengan upacara, tapi juga membuka ruang interaksi dengan rakyat. Ini yang membuat tema ‘Polri Untuk Masyarakat’ terasa nyata,” kata Romadhon.
JAN berharap ajakan Kapolri ini direspons publik. Kritik yang membangun akan memperkuat Polri ke depan.
“Mari kita sampaikan masukan dengan cara yang santun. Polri sudah membuka pintu. Tugas kita membantu mereka menjadi lebih baik,” pungkas Romadhon.






