Surabaya, – Pengungkapan 3,37 ton kuncup bunga ganja asal Thailand di Gresik oleh BNN, Bea Cukai, dan Polda Jawa Timur mendapat apresiasi luas dari Komisi III DPR. Kapolri menyebut operasi gabungan ini sebagai bukti nyata penguatan pemberantasan narkoba di tahun 2026.
Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) turut mengapresiasi kerja cepat aparat yang berhasil membongkar jaringan internasional ini. Yang patut diwaspadai, ganja tersebut rencananya akan diekstrak menjadi liquid vape yang menyasar anak muda. JAN menilai, modus baru ini adalah ancaman serius yang harus diantisipasi.
“Menggagalkan penyelundupan 3,37 ton ganja senilai Rp4,5 triliun adalah aksi nyata menyelamatkan lebih dari 10 juta jiwa rakyat Indonesia, terutama generasi muda, dari cengkeraman kehancuran narkoba,” ujar Ketua JAN, Romadhon Jasn, Sabtu (4/7/2026).
Operasi berlangsung selama 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di Jakarta, Tangerang, Purwakarta, Surabaya, dan Gresik. Sebanyak 12 orang diamankan, sementara dua WNA dari Malaysia dan Tiongkok masih masuk DPO.
“Sinergi BNN, Bea Cukai, dan Polda Jatim ini patut dicontoh. Kolaborasi yang solid menghasilkan pengungkapan besar,” tegas Romadhon.
Komisi III DPR mendukung penuh pengejaran dua aktor intelektual, CKF alias L dan ZL alias J, dengan koordinasi ke Interpol, Polis Diraja Malaysia, dan Kepolisian Tiongkok.
“Kami mendukung langkah ini. Sindikat internasional harus dikejar ke mana pun mereka bersembunyi,” ujar Romadhon.
Anggota Komisi III DPR dari dapil Gresik, Gus Falah, juga menyambut baik pengungkapan ini sebagai kabar baik bagi masyarakat Jawa Timur. JAN menilai, pengungkapan besar ini harus diikuti dengan penguatan pencegahan dan edukasi.
“Kami apresiasi langkah BNN, Bea Cukai, dan Polda Jatim. Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas lembaga mampu menghadirkan perlindungan nyata bagi masyarakat. Kami berharap pengembangan kasus terus berlanjut hingga akar jaringan internasional, dan pencegahan diperkuat agar modus vape tidak menyasar lebih banyak anak muda. Kepercayaan publik adalah aset, dan ini salah satu cara menjaganya,” pungkas Romadhon.






