Pamekasan, – Pengusaha tembakau asal Pamekasan, Madura, Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, menjadi sorotan publik setelah mengaku telah menggelontorkan dana hingga Rp38 miliar untuk mendukung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Pilkada 2024. Pengakuan itu disampaikannya secara blak-blakan di hadapan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Khofifah sendiri dalam acara Peringatan Hari Koperasi ke-79 Provinsi Jawa Timur di Pamekasan, Selasa (21/7/2026) .
“Saya dulu habis-habisan dukung gubernur ini, Bu Khofifah. (Dulu) Bu Khofifah ini tidak punya uang, jadi mencari sponsor ke saya. Saya habis Rp38 miliar loh ke Bu Khofifah ini,” ujar Haji Her di atas panggung, disambut tawa Khofifah yang duduk di kursi depan .
Menanggapi viralnya pernyataan tersebut, Haji Her memberikan klarifikasi. Ia mengaku tidak sengaja menyampaikan hal itu dan berharap isu tersebut tidak digiring ke mana-mana .
“Saya kasihan, peristiwa kemarin Bu Khofifah yang digoreng. Saya tidak ada skema bicara begitu. Kalau sudah keceplosan mau gimana lagi. Berarti itu sudah diridhai Tuhan saya bicara,” ujar Haji Her, Selasa (28/7/2026) .
Haji Her menegaskan bahwa dirinya bukanlah tim sukses, melainkan hanya relawan. Ia mendukung Khofifah karena kedekatannya dengan pondok pesantren dan karena Khofifah dinilai sebagai orang baik dan pembela Gus Dur .
“Saya hanya relawan, saya melihat Khofifah orang baik dan dekat dengan pondok, ya wes lah saya mendukung, seperti itu. Saya kan penggemarnya Gus Dur, Bu Khofifah membela Gus Dur waktu itu,” katanya .
Ia juga memastikan tidak memiliki kepentingan politik atau bisnis di balik dukungannya. Satu-satunya titipan yang ia sampaikan adalah nasib petani tembakau dan pondok pesantren .
“Saya pasti berbicara bagaimana petani. Saya tidak pernah minta apa pun, silakan ditanyakan. Kalau ada Haji Her minta yang aneh-aneh, minta pekerjaan, atau backup saya siap bayar,” tegasnya .
Meski demikian, pengakuan ini memicu reaksi dari berbagai kalangan. Koordinator Jaringan Kawal (JAKA) Jawa Timur, Musfiq, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri asal-usul dana Rp38 miliar tersebut .
“Kami mendesak KPK agar dana Rp38 miliar yang disebut dibantukan Haji Her kepada Gubernur Jawa Timur dijelaskan berasal dari mana. Apakah itu dana saksi dari partai politik, dana pribadi, atau ada sumber lain yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Musfiq .
Haji Her juga diketahui turut membantu kekurangan anggaran acara Hari Koperasi Jatim sebesar Rp465 juta . Ia berjanji akan memberikan hadiah umrah dan sepeda motor bagi peserta acara tersebut .





