Jakarta, 2 Agustus 2026 – Tokoh Politik Anas Urbaningrum menyoroti tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, angka tersebut cukup mengkhawatirkan mengingat masa pemerintahan belum genap dua tahun.
Pandangan itu disampaikan Anas melalui akun media sosial X miliknya. Ia merujuk pada sejumlah hasil survei, termasuk survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5–19 Juli 2026 yang mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di angka 51,1 persen. Angka ini turun signifikan dari 81,2 persen pada November 2025.
“Dari berbagai survei, baik yang dirilis maupun tidak, secara umum approval rating pemerintah turun. Angkanya boleh dibilang cukup mengkhawatirkan. Termasuk jika ditilik dari sudut masa tugas yang belum genap dua tahun, dengan modal awal yang (sangat) tinggi,” tulis Anas.
Meski demikian, Anas menilai situasi tersebut masih dapat diperbaiki. Ia menawarkan lima langkah strategis yang dinilai dapat meningkatkan kembali kepercayaan publik.
Lima Saran Anas Urbaningrum:
1. Kembali fokus pada janji kampanye
Pemerintah diminta lebih konsisten menuntaskan program-program yang dijanjikan saat kampanye agar kepercayaan publik tidak terus terkikis.
2. Perkuat konsolidasi kabinet
Seluruh menteri dan pejabat perlu bergerak lebih solid dan seirama agar kebijakan tidak berjalan tumpang tindih.
3. Benahi komunikasi publik
Pemerintah perlu membangun komunikasi yang lebih terbuka, jelas, dan proaktif kepada masyarakat.
4. Fokus pada kebutuhan rakyat
Kebijakan prioritas harus lebih menyentuh persoalan nyata yang dirasakan masyarakat, terutama ekonomi dan daya beli.
5. Rampingkan struktur kabinet
Anas menyarankan evaluasi terhadap jumlah kementerian dan lembaga agar lebih efisien dan fokus.
Tanggapan Berimbang
Menanggapi masukan tersebut, sejumlah pihak memberikan catatan. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah terus mengevaluasi kinerja kabinet dan komunikasi publik secara berkala.
“Setiap masukan konstruktif selalu kami terima dengan terbuka. Pemerintah memiliki peta jalan yang sudah dirancang sejak awal. Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa, dan hilirisasi membutuhkan waktu untuk menunjukkan hasilnya,” ujar Hasan dalam kesempatan terpisah.
Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) Romadhon Jasn menilai saran Anas patut diapresiasi sebagai kritik yang membangun. Namun, ia mengingatkan agar fluktuasi survei tidak serta-merta dijadikan alat untuk menggoyang legitimasi.
“Saran Anas valid, tetapi pemerintah juga perlu diberikan ruang untuk membuktikan konsistensinya. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah merespons dengan kebijakan nyata, bukan sekadar retorika,” kata Romadhon, Minggu (2/8/2026).
Pengamat komunikasi politik Dr. Emrus Sihombing menambahkan bahwa perbaikan komunikasi publik memang relevan, namun harus diiringi kinerja yang nyata.
“Komunikasi yang baik harus didasari oleh kinerja yang baik. Keduanya harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Penurunan tingkat kepuasan publik ini menjadi catatan penting bagi pemerintahan Prabowo di tahun kedua. Sejumlah pengamat menilai respons konkret pemerintah terhadap masukan publik akan menentukan arah kepercayaan masyarakat ke depan.






