MALANG, 2 Agustus 2026 – Sebuah bendera Merah Putih berukuran 600 meter membentang di kaki Gunung Arjuno, tepatnya di jalur pendakian Mbah Jegot, Pasuruan, Jawa Timur, menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bendera raksasa yang terdiri dari 3.000 lembar kain hasil jahitan masyarakat ini menjadi pemandangan spektakuler yang menarik perhatian para pendaki dan pengunjung.
Proses pembuatan bendera sepanjang 600 meter dan lebar 1,5 meter ini memakan waktu hingga tiga bulan melibatkan puluhan warga Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Mereka bergotong royong menjahit potongan-potongan kain merah dan putih menjadi satu kesatuan. “Butuh 3.000-an lembar kain yang masing-masing berukuran 1,5 x 1,5 meter. Semua murni hasil jahitan tangan dan mesin warga desa,” ujar Koordinator Panitia HUT RI Desa Wonokitri, Surono, kepada wartawan di lokasi.
Pemasangan bendera yang membentang di atas lahan seluas 1.000 meter persegi ini bahkan telah dimulai 14 hari sebelum perayaan 17 Agustus dengan melibatkan sekitar 50 orang setiap harinya dari unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat. “Mereka bergotong royong dan bekerja hampir setiap hari walaupun medannya sangat berat,” imbuh Surono.
Ide pemasangan bendera ini berasal dari kepala desa, tokoh masyarakat, dan perangkat desa di lereng Gunung Arjuno sebagai bentuk ekspresi kemerdekaan dan “rasa syukur kepada Tuhan YME.” Kain-kain merah putih dijahit dari karung goni yang ditenun, kemudian disatukan dengan mesin jahit. Pengrajin membuat kain merah dan putih dari karung goni yang kemudian ditenun. Kain lalu dijahit dan diwarnai dengan cat agar terlihat jelas. “Kami membuat bendera merah putih sepanjang 600 meter karena kondisi alam yang berbukit dan medan yang tidak datar, sehingga penduduk desa dan pemuda berinisiatif membuat bendera yang bisa dinikmati dari dataran tinggi,” jelas Surono.
Bendera yang dikerjakan dengan total sumber daya mencapai Rp550 juta ini didanai oleh masyarakat dan para dermawan. Di sepanjang sisi kiri dan kanan jalur telah dipasangi lebih dari 1.000 bendera kecil dan umbul-umbul. Bendera raksasa tersebut terhampar di lahan pegunungan dari Dusun Ketapang, Desa Wonokitri, hingga Dusun Mbah Jegot di Kecamatan Puspo.
Kepala Resort (Kapolres) Pasuruan AKBP Rilo Pambudi menyebutkan jumlah pengunjung mulai meningkat sejak Jumat (31/7). Untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung, Polres Pasuruan bekerja sama dengan pihak TNI dan Pemerintah Desa Wonokitri melakukan penjagaan hingga jam 17.00 WIB. “Kami juga mengimbau kepada pengunjung agar membawa perlengkapan yang cukup karena suhu di lokasi bisa mencapai 10 derajat Celcius dan terdapat angin yang cukup kencang,” tambahnya.
Video pemasangan bendera raksasa ini viral di media sosial, dengan banyak warganet memuji semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat. Beberapa warganet juga mengaitkannya dengan semangat nasionalisme di tengah berbagai isu politik yang sedang memanas menjelang Agustus. Sebuah unggahan di akun @pagihits bahkan menuliskan, “Masyarakat yang nasionalis tidak peduli dengan isu politik. Agustus tetap Agustus, bendera tetap naik di Gunung Arjuno.”






