Jakarta, 22 Agustus 2026 – Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 telah memporak-porandakan sejumlah wilayah di Flores, terutama Kabupaten Manggarai. Di tengah duka dan keterbatasan, PT Pertamina (Persero) hadir tidak hanya dengan bantuan logistik, tetapi juga pendampingan psikososial bagi para korban, terutama anak-anak yang mengalami trauma berat.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, mengunjungi Posko Pertamina Peduli di Lapangan Barangkolong, Kecamatan Reo, Kamis (20/8). Kunjungan ini untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Hingga saat ini, Pertamina telah mendistribusikan sekitar 9.600 paket sembako ke sejumlah wilayah terdampak di NTT. Bantuan tersebut mencakup beras, air mineral, mi instan, telur, roti, minyak goreng, hingga Bright Gas untuk operasional dapur umum.
Selain kebutuhan pokok, Pertamina juga menyalurkan perlengkapan darurat seperti selimut, tikar, kasur busa, terpal, serta tenda darurat bagi warga yang rumahnya rusak berat, termasuk untuk Dusun Goloconggo dan Dusun Golosita.
Untuk mendukung operasi tanggap darurat, Pertamina Patra Niaga menyediakan 1 kiloliter Pertamina Dex sebagai bahan bakar kendaraan operasional dan mobilisasi bantuan. Bantuan logistik ini dihimpun secara swadaya oleh seluruh unit Pertamina di NTT dan dikirim melalui jalur laut karena akses darat menuju Reo masih terputus akibat longsor dan kerusakan jalan.
“Bantuan ini bukan hanya tentang barang, tetapi tentang kepedulian keluarga besar Pertamina di NTT kepada saudara-saudara kami di FT Reo,” ujar Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Di sisi lain, Pertamina juga memastikan pasokan energi tetap berjalan. Seluruh 56 SPBU di delapan kabupaten di Pulau Flores telah kembali beroperasi dan kebutuhan BBM untuk pembangkit listrik di Flores terpenuhi dari Fuel Terminal Reo.
Kehadiran Pertamina tidak berhenti pada bantuan fisik. Di lokasi pengungsian, relawan Pertamina Peduli menggelar kegiatan trauma healing untuk anak-anak. Mereka diajak bermain dan berinteraksi untuk mengembalikan keceriaan dan mengurangi ketegangan pasca-bencana.
Rosalia Ojam (55), warga Kecamatan Reo yang kini tinggal di tenda pengungsian, mengaku sangat terbantu. “Kami sangat terbantu. Sekarang kami bisa istirahat dengan tenang setelah terjadinya gempa. Tidur malam juga lebih nyaman. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina,” ujarnya.
Sekretaris Camat Reo, Yosef Sudarso, mengapresiasi langkah Pertamina yang telah hadir sejak awal bencana. “Sejak awal kejadian, Pertamina sudah bersama kami membantu dan melayani masyarakat yang berada di Kecamatan Reo,” ungkapnya.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri juga turun langsung meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai pada 17 Agustus, sementara Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan meninjau RS Ruteng untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal.






