Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Desil Tukang Becak Sempat Berubah Jadi 9, DPR Dorong Pemutakhiran DTSEN

by Visioner Indonesia
Agustus 29, 2026
in Ekonomi, Peristiwa
Reading Time: 2min read
Desil Tukang Becak Sempat Berubah Jadi 9, DPR Dorong Pemutakhiran DTSEN

Jakarta, 29 Agustus 2026 – Komisi XI DPR RI mendorong pemerintah untuk segera memutakhirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dorongan ini muncul setelah adanya keluhan dari masyarakat, termasuk seorang tukang becak di Yogyakarta yang mengaku status desilnya berubah menjadi 9—kelompok yang dianggap mampu—padahal penghasilannya pas-pasan.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dolfie O.F.P., menyoroti ketidakakuratan data yang bisa mengakibatkan kebijakan subsidi tidak tepat sasaran. “Kami mendorong pemerintah untuk melakukan pemutakhiran dan sinkronisasi data DTSEN secara berkala agar benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat,” ujar Dolfie di Kompleks Parlemen, Jumat (28/8/2026).

◀️ Kasus Tukang Becak Yogyakarta

Kasus seorang tukang becak di Yogyakarta menarik perhatian setelah ia mengaku status desilnya naik menjadi 9, yang berarti ia masuk dalam 10 persen kelompok masyarakat dengan ekonomi tertinggi. Padahal, penghasilannya sebagai tukang becak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian data antara realitas di lapangan dengan basis data yang digunakan pemerintah. DTSEN yang seharusnya menjadi acuan untuk menyalurkan subsidi dan bansos justru bisa menyebabkan kelompok miskin dan rentan kehilangan haknya.

📊 Perlunya Pemutakhiran Data

Dolfie menekankan bahwa pemutakhiran data harus dilakukan secara berkala, minimal setiap tahun, dengan melibatkan pemerintah daerah hingga tingkat desa. “Karena itu, kami di Komisi XI mendukung langkah pemerintah melakukan perbaikan data DTSEN. Kami juga mendorong agar kebijakan subsidi tepat sasaran dengan basis data yang akurat,” tegasnya.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan sinkronisasi data dengan memadukan data dari Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) dan DTSEN, yang menghasilkan data tunggal yang sama dan tidak tumpang tindih.

Namun, kasus tukang becak ini menjadi pengingat bahwa perbaikan data tidak cukup hanya dengan sinkronisasi antar sistem. Verifikasi lapangan dan pemutakhiran data secara berkala tetap diperlukan agar kebijakan subsidi benar-benar tepat sasaran.

🎯 Target dan Tindak Lanjut

Pemerintah sendiri telah mengalokasikan anggaran untuk subsidi BBM yang lebih tepat sasaran, dengan target menghemat sekitar 10 persen dari anggaran subsidi energi. Namun, tanpa data yang akurat, upaya ini akan sia-sia.

Kasus tukang becak di Yogyakarta menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera memperbaiki data DTSEN. DPR berkomitmen untuk mengawal proses ini agar tidak ada lagi masyarakat miskin yang kehilangan haknya akibat kesalahan data.


Previous Post

Polisi Usut Penggerak dan Penyandang Dana Kerusuhan Demo 27 Agustus

Next Post

Penjualan Emas Tembus Rp50,39 Triliun, Laba Antam (ANTM) Tumbuh 34 Persen di Semester I-2026

Related Posts

Purbaya Siapkan Alat Deteksi Cukai Palsu, Gandeng Investor Asing
Ekonomi

Purbaya Siapkan Alat Deteksi Cukai Palsu, Gandeng Investor Asing

Agustus 29, 2026
Anggaran MBG 2027 Berpeluang Turun ke Bawah Rp240 Triliun
Ekonomi

Anggaran MBG 2027 Berpeluang Turun ke Bawah Rp240 Triliun

Agustus 29, 2026
Dividen Danantara Rp120 Triliun Jadi “Amunisi” Purbaya Tekan Defisit APBN
BUMN

Dividen Danantara Rp120 Triliun Jadi “Amunisi” Purbaya Tekan Defisit APBN

Agustus 29, 2026
Buntu, Pemilihan Ketum PBNU bakal Dibawa ke Sidang Pleno Muktamar ke-35
Peristiwa

Buntu, Pemilihan Ketum PBNU bakal Dibawa ke Sidang Pleno Muktamar ke-35

Agustus 29, 2026
Harga Emas Antam dan UBS di Akhir Pekan: Cek Daftar Terbaru di Pegadaian
BUMN

Harga Emas Antam dan UBS di Akhir Pekan: Cek Daftar Terbaru di Pegadaian

Agustus 29, 2026
Penjualan Emas Tembus Rp50,39 Triliun, Laba Antam (ANTM) Tumbuh 34 Persen di Semester I-2026
BUMN

Penjualan Emas Tembus Rp50,39 Triliun, Laba Antam (ANTM) Tumbuh 34 Persen di Semester I-2026

Agustus 29, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Purbaya Siapkan Alat Deteksi Cukai Palsu, Gandeng Investor Asing

Anggaran MBG 2027 Berpeluang Turun ke Bawah Rp240 Triliun

Dividen Danantara Rp120 Triliun Jadi “Amunisi” Purbaya Tekan Defisit APBN

Mediasi Sengketa BUMN Tak Bisa Sekadar Cari Jalan Tengah

Buntu, Pemilihan Ketum PBNU bakal Dibawa ke Sidang Pleno Muktamar ke-35

Harga Emas Antam dan UBS di Akhir Pekan: Cek Daftar Terbaru di Pegadaian

TERPOPULER

Purbaya Siapkan Alat Deteksi Cukai Palsu, Gandeng Investor Asing

Anggaran MBG 2027 Berpeluang Turun ke Bawah Rp240 Triliun

Dividen Danantara Rp120 Triliun Jadi “Amunisi” Purbaya Tekan Defisit APBN

Mediasi Sengketa BUMN Tak Bisa Sekadar Cari Jalan Tengah

Buntu, Pemilihan Ketum PBNU bakal Dibawa ke Sidang Pleno Muktamar ke-35

Harga Emas Antam dan UBS di Akhir Pekan: Cek Daftar Terbaru di Pegadaian

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved