Jakarta, 10 September 2026 – Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyisakan dampak neurologis serius. Seorang siswi berusia 16 tahun berinisial FP dilaporkan mengalami gangguan ingatan hingga tidak lagi mengenali guru dan teman-teman sekelasnya usai menyantap makanan MBG pada 13 Agustus 2026 . Bagaimana keracunan makanan bisa memicu amnesia?
Kronologi Kasus
FP mulai mengalami gejala keracunan berupa pusing, muntah, hingga kehilangan kesadaran dan kejang setelah menyantap hidangan MBG. Ia bahkan dilaporkan mengalami gangguan bicara . Setelah hampir sebulan jatuh sakit, kondisi kesehatannya justru memburuk dan memicu dampak neurologis serius . Hingga kini, FP masih menjalani pemeriksaan intensif di RSUP Haji Adam Malik Medan dengan melibatkan tiga dokter spesialis .
Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Berdasarkan hasil pemeriksaan UPTD Laboratorium Kesehatan Sumatra Utara tertanggal 16 Agustus 2026, sampel makanan yang disajikan di sekolah dinyatakan positif mengandung tiga jenis bakteri berbahaya: Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli (E-coli). Selain itu, bakteri Staphylococcus aureus juga ditemukan pada sampel muntahan salah satu korban .
Bagaimana Bakteri Bisa Menyerang Saraf?
Amnesia adalah gangguan memori di mana seseorang kesulitan mengingat peristiwa masa lalu atau membentuk memori baru. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai kondisi neurologis, termasuk kerusakan otak, infeksi, atau paparan racun .
Dalam kasus keracunan makanan, beberapa mekanisme dapat menjelaskan mengapa bakteri tertentu dapat memicu gangguan neurologis:
- Toksin Cereulide dari Bacillus cereus
Bacillus cereus diketahui memproduksi toksin bernama cereulide, yaitu racun emetik yang tidak dapat dinonaktifkan oleh pemanasan makanan. Studi ilmiah menunjukkan bahwa cereulide memiliki toksisitas terhadap mitokondria dan dapat menginduksi disfungsi proses beta-oksidasi. Dalam sebuah laporan kasus yang dipublikasikan di ScienceDirect, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun mengalami ensefalopati akut dan gagal hati setelah mengalami gastroenteritis akibat mengonsumsi nasi goreng yang terkontaminasi Bacillus cereus .
Kondisi ini disebut ensefalopati akut, yaitu gangguan fungsi otak yang dapat menyebabkan kebingungan, kejang, dan gangguan kesadaran. Toksin cereulide yang menyerang mitokondria dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak, yang pada akhirnya berdampak pada fungsi kognitif termasuk memori .
- Peradangan Sistemik dan Neuroinflamasi
Infeksi bakteri juga memicu respons peradangan sistemik dalam tubuh. Sitokin pro-inflamasi seperti Interleukin-33 (IL-33) dapat memicu keadaan neuroinflamasi di sistem saraf pusat. Studi menunjukkan bahwa IL-33 dikaitkan dengan gangguan kognitif di hippocampus, area otak yang berperan penting dalam pembentukan dan penyimpanan memori .
- Dampak Tidak Langsung pada Otak
Keracunan makanan yang parah dapat menyebabkan dehidrasi berat, ketidakseimbangan elektrolit, dan penurunan tekanan darah. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak, yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada area memori seperti hipokampus .
Jenis Amnesia yang Mungkin Terjadi
Amnesia dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis utama :
Anterograde Amnesia — Ketidakmampuan membentuk memori baru setelah kejadian penyebab. Penderita tidak dapat mengingat informasi atau peristiwa baru, meskipun ingatan lama sebelum kejadian masih utuh.
Retrograde Amnesia — Ketidakmampuan mengingat peristiwa yang terjadi sebelum kejadian penyebab. Penderita kehilangan memori tentang masa lalu, seperti nama orang atau tempat yang dikenal.
Pada kasus FP, ia dilaporkan tidak mengenali guru dan teman sekelasnya, yang mengarah pada gejala retrograde amnesia, di mana ia kehilangan ingatan tentang orang-orang yang sebelumnya dikenal .
Respons Pemerintah dan Langkah Selanjutnya
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi FP, baik secara medis maupun psikis. “Kita bilang anak kita terjadi gangguan. Nanti gangguan di sini, perlu kita lihat apakah tindak lanjut dari medisnya,” ujarnya .
Sementara itu, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menyebabkan keracunan telah ditutup sementara setelah 391 siswa dilaporkan mengalami gejala serupa .
Komisi IX DPR RI menilai kasus ini masuk kategori sangat serius dan meminta pemerintah melakukan audit total terhadap program MBG. Anggota Komisi IX, Nurhadi, menekankan bahwa seluruh korban harus mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara tuntas, termasuk pemantauan dampak kesehatan jangka panjang .
Catatan Penting
Penyebab pasti gangguan ingatan yang dialami FP hingga kini masih dalam penyelidikan medis lebih lanjut. Apakah kondisi tersebut berkaitan langsung dengan keracunan MBG atau terdapat faktor medis lain, masih membutuhkan pemeriksaan dan penelusuran yang menyeluruh . Namun, bukti ilmiah menunjukkan bahwa toksin dari bakteri tertentu yang mencemari makanan dapat menyerang sistem saraf dan memicu gangguan kognitif serius seperti amnesia.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan pangan yang ketat dalam program MBG, serta perlunya pemantauan kesehatan jangka panjang bagi seluruh korban keracunan makanan.





















