Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Yohana Yembise menetapkan Maluku sebagai Pilot Project program Wanita Indonesia Hebat di Ambon, Rabu (17/6/2015). Kementerian PPA menyatakan, program ini adalah solusi dari keputusan pemerintah Indonesia untuk hentikan pengiriman TKI untuk menjadi pembantu rumah tangga disejumlah negara.
“Program ini dikhususkan untuk mendidik tenaga kerja perempuan yang terampil, terdidik dan berkualitas, dan Maluku ditetapkan sebagai pilot project dari program ini,” ujar Yohana Yembise
Yohana menambahkan, peluncuran program tersebut sebagai salah satu peluang bagi kaum perempuan, dengan sasaran bukan untuk menjadi pembantu rumah tangga di luar negeri.
“Jadi program ini bukan untuk menyiapkan kaum perempuan terdidik yang dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri, tetapi dipersiapkan bekerja sebagai pengasuh anak, pramuniaga, kasir, tenaga teknologi informasi (IT), pemasaran atau perawat rumah sakit yang khusus untuk merawat orang tua jompo,” tambah Yohana.
Pemerintah Akan Hentikan Pengiriman TKI
Yohana Yembise berharap melalui program tersebut berbagai kasus yang menimpa para TKI di luar negeri yang mencoreng nama dan wibawa bangsa Indonesia tidak terulang lagi.
Yohana menjelaskan, Maluku tidak termasuk dalam wilayah perekrutan atau kantong tenaga kerja Indonesia (TKI), tetapi dipilih dan dijadikan proyek percontohan karena dinilai lebih siap dari provinsi lainnya, terutama dalam melatih dan mempersiapkan tenaga kerja perempuan.
“Maluku memang bukan kantong TKI, tetapi dinilai sangat siap dalam menyiapkan tenaga kerja perempuan terdidik dan berkualitas dibanding daerah lainnya,” tambah Yohana.
Sementara, Yohana mengungkapkan, tercatat lima negara yang telah mengajukan permintaan tenaga kerja perempuan terdidik asal Indonesia yakni Singapura, Korea, Malaysia, India dan Australia.
Program Wanita Indonesia Hebat digagas Kementerian PPA bekerja sama dengan yayasan Taher Foundation. Program Wanita Indonesia Hebat, tahap pertama dilakukan di lima provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Maluku. (Safarianshah Z / AP)




