Isu reshuffle atau perombakan Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK kencang berembus, Sejumlah menteri diberitakan akan dievaluasi total.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, isu perombakan kabinet pun Presiden Joko Widodo dikabarkan akan menunjuk sosok dari Koalisi Merah Putih (KMP). Salah satu partai PAN Akan Masuk Kabinet yang digadang-gadang diajak bergabung ke pemerintahan.
Keinginan Jokowi mengajak PAN Akan Masuk Kabinet Kerja segera ditanggapi ketua umum partai tersebut, Zulkilfi Hasan. Ia menekankan, ada di dalam atau luar pemerintahan tidak begitu penting berpengaruh bagi partainya.
“Berkali-kali sudah saya sampaikan kita di dalam atau di luar kabinet sama terhormatnya. Itu saja jawaban saya,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua MPR ini di Jakarta, Sabtu (4/7/2015).
Apakah PAN siap jika ajakan masuk ke dalam pemerintahan benar-benar terwujud, Zulkifli menyatakan dia tak mau berandai-adai. Sebab, hal tersebut merupakan hak prerogatif presiden. “Kalau ditawarkan, kalau diajak bagaimana? Kita dengar lihat kalau nya itu,” tandas Zulkifli Hasan.
Gerindra Tak Masalahkan
isu reshuffle yang akan melibatkan KMP, bagi Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani tidak mempermasalahkan jika kader parpol yang tergabung dalam KMP masuk dalam kabinet.
“Tidak ada masalah buat KMP. Posisi KMP pengabdian kepada negara. Mau kita di dalam atau di luar sama. Inisiatif pemerintah itu bisa menghasilkan yang baik,” ujar Muzani di Jakarta, Jumat 3 Juli 2015.
Menurut Ketua Fraksi Gerindra di DPR itu, sekaranglah momentum yang tepat untuk melakukan reshuffle kabinet. Sebab, dalam keadaan ekonomi Indonesia yang tengah terpuruk, perombakan menteri di sektor ekonomi harus segera dilakukan.
“Kemauan Presiden Jokowi sekarang tidak mampu direfleksikan menteri-menterinya. Kalau Presiden peka, inilah kesempatan Presiden untuk gunakan hak prerogatifnya melakukan reshuffle kabinet,” tutur Muzani.
Dengan setujunya KMP masuk dalam kabinet, ternyata tidak membuat Partai Gerindra juga akan menerima pinangan dari Presiden jika itu memang ada.
“Gerindra konsisten menjadi partai oposisi. Posisi oposisi sama pentingnya dengan pemerintahan. Pemerintahan berjalan efektif jika diawasi oposisi. Kami merasa ini sebuah kehormatan kami menjaga di luar pemerintahan,” pungkas Muzani.
( Baca : Amien & Hatta Beri Pembekalan Fraksi PAN )






