
Jakarta – PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pengembangan SDM unggul di bidang keberlanjutan. Lewat program bertajuk Pertamina Science Fun Fair 2025, BUMN energi ini membuka pendaftaran lomba ilmiah berkelanjutan bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Kompetisi yang digelar secara nasional ini bertujuan menjaring gagasan-gagasan segar dari generasi muda terkait energi baru dan terbarukan, pengelolaan limbah, hingga solusi ramah lingkungan di sektor hulu dan hilir energi. Pendaftaran dibuka mulai 10 Juli 2025, dan akan ditutup pada 31 Agustus mendatang.
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyebut kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi menjadi ajang regenerasi pemikir energi hijau. “Kami ingin membangun jembatan antara ide kampus dan kebutuhan strategis nasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis energi,” ujarnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari kalangan pengamat dan aktivis transisi energi. Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menyebut inisiatif Pertamina sebagai laboratorium gagasan yang akan memperkaya peta jalan energi nasional. “Lomba ilmiah ini bukan hanya soal kompetisi, tapi menciptakan ruang dialog strategis antara industri dan generasi muda yang akan mengelola masa depan energi Indonesia,” kata Romadhon, Jumat, (11/7).
Selain kompetisi ide, ajang ini juga disertai dengan pelatihan daring, mentoring bersama pakar, hingga showcase inovasi di bidang teknologi rendah karbon. Mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan ide mereka menjadi prototipe.
Pertamina juga menegaskan bahwa gagasan terbaik akan dibawa ke dalam ekosistem bisnis dan CSR berkelanjutan perusahaan. Ini menjadi bentuk konkret bagaimana dunia industri bisa membuka ruang kolaborasi sejati dengan kampus dan komunitas ilmiah.
“Langkah ini patut diapresiasi karena menyatukan dimensi keberlanjutan, partisipasi publik, dan keberpihakan pada inovasi domestik,” ujar Romadhon Jasn, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif seperti ini adalah wajah baru BUMN yang relevan dan adaptif.
Gagas Nusantara juga mendorong BUMN lain untuk mengembangkan platform serupa, agar inovasi dari kampus tidak terhenti sebagai karya ilmiah, tapi menjadi solusi nyata di lapangan. Sinergi antara mahasiswa, industri, dan negara adalah kunci utama membangun ekonomi hijau yang berdaya tahan.
“Jika ajang ini dirawat secara berkelanjutan dan terbuka lintas sektor, Indonesia tidak akan kekurangan SDM atau ide untuk menghadapi krisis energi global,” tutup Romadhon.

