Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Bulog Bergerak Cepat, Perketat Pengawasan Beras SPHP Cegah Penipuan Konsumen

by Visioner Indonesia
Juli 28, 2025
in BUMN
Reading Time: 3min read
0
SHARES
78
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, – Perum Bulog menemukan praktik penjualan karung kosong beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara masif di platform daring. Fenomena ini memicu kekhawatiran serius akan potensi penipuan konsumen dan pengoplosan beras, mendorong Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani untuk mengambil tindakan cepat dan tegas demi menjaga integritas pasokan pangan nasional.

Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa pihaknya mendapati karung-karung beras SPHP bekas yang dijual bebas di berbagai toko daring. “Saya kaget begitu melihat sendiri penjualan karung-karung SPHP kosong di e-commerce seperti Tokopedia. Ini jelas ancaman yang harus segera diatasi,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (28/7). Potensi penyalahgunaan karung-karung tersebut untuk mengemas beras berkualitas rendah atau campuran, lalu dijual sebagai beras Bulog asli, menjadi perhatian utama.

Menyikapi temuan ini, Rizal Ramdhani tak membuang waktu. Ia segera menginstruksikan direktur pengadaan Bulog untuk menelusuri sumber penjualan karung-karung tersebut dan berkoordinasi dengan pihak platform daring guna menghentikan praktik ilegal ini. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Bulog dalam melindungi masyarakat dari praktik curang yang merugikan.

Sebagai respons jangka panjang, Bulog kini tengah merancang sistem identifikasi baru pada kemasan beras SPHP. Rencananya, setiap karung akan dilengkapi dengan hologram, kode unik (unique ID), atau label keamanan lainnya. Inovasi ini diharapkan mampu membantu konsumen membedakan produk asli Bulog dari produk palsu, sehingga meminimalisasi ruang gerak para penipu. “Langkah Bulog untuk memperkuat identifikasi produk ini adalah terobosan penting. Ini menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi konsumen dari praktik culas yang merusak kepercayaan pasar,” kata Direktur Gagasan Nusantara, Romadhon Jasn.

Tak berhenti di situ, Bulog juga berencana melibatkan koperasi pemerintahan, seperti koperasi Polri dan koperasi kementerian, dalam jaringan distribusi beras SPHP. Langkah ini diambil dengan pertimbangan bahwa lembaga pemerintah memiliki pengawasan internal yang lebih ketat dibandingkan dengan pasar umum. “Dengan melibatkan koperasi pemerintah, kami berharap jalur distribusi beras SPHP bisa lebih aman dan terkontrol, mengurangi risiko kebocoran dan penyalahgunaan,” jelas Rizal.

Praktik pengoplosan beras dengan menggunakan kemasan Bulog bukan isapan jempol. Belum lama ini, kasus serupa terungkap di Pekanbaru, Riau. Seorang tersangka ditangkap karena mengemas campuran beras berkualitas rendah dan beras afkir ke dalam karung SPHP kosong, lalu menjualnya seolah-olah beras Bulog asli. “Beras yang dioplos itu sama sekali bukan dari gudang kami. Ini murni pemalsuan kemasan,” tegas Rizal, menyoroti pentingnya edukasi publik agar tidak mudah tertipu.

Tersangka di Pekanbaru diketahui merupakan mantan mitra Bulog yang kontraknya telah diputus karena terbukti menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kasus ini menggarisbawahi tantangan Bulog dalam mengawasi seluruh rantai distribusi, terutama di pasar tradisional dan toko ritel yang dinilai lebih rentan terhadap peredaran beras palsu karena pengawasan yang kurang ketat.

“Masih ada celah yang dimanfaatkan oknum nakal di pasar. Penguatan pengawasan di tingkat ritel dan edukasi ke pedagang perlu terus digalakkan,” tambah Romadhon.

Untuk memperkuat pengawasan, Bulog terus mempererat kerja sama dengan Satgas Pangan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Tim pengawas internal Bulog juga telah diterjunkan ke seluruh wilayah guna mengontrol kondisi di lapangan dan menindaklanjuti setiap laporan penyimpangan. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan efek gentar bagi para pelaku kejahatan pangan.

Langkah Bulog ini patut diapresiasi sebagai upaya konkret pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan melindungi daya beli masyarakat dari praktik-praktik ilegal yang dapat memicu kenaikan harga dan ketidakstabilan pasokan.

“Inisiatif Bulog ini adalah bentuk kehadiran negara dalam melindungi hajat hidup orang banyak. Dukungan penuh dari publik sangat dibutuhkan agar program ini berjalan optimal,” tegas Romadhon.

Bulog menegaskan, ketersediaan beras SPHP yang terjamin kualitas dan keasliannya adalah prioritas utama. Masyarakat diimbau untuk lebih teliti saat membeli beras, serta melaporkan jika menemukan indikasi penjualan karung kosong SPHP atau beras oplosan kepada pihak berwenang atau Bulog langsung.

“Masyarakat adalah garda terdepan pengawasan. Mari kita kawal bersama langkah Bulog ini agar tujuan menjaga ketahanan pangan nasional tercapai sepenuhnya,” pungkas Romadhon.

Previous Post

Publik Apresiasi Guru Jabar Jago Digital! Telkom Dorong Lompatan Besar Dunia Pendidikan

Next Post

Soal Kasus Cap Emas Palsu, Pakar Hukum Pidana Sebut Kejagung Bisa Kaji Ulang

Related Posts

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M
BUMN

1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M

April 27, 2026
Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab
BUMN

Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab

April 24, 2026
Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta
BUMN

Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta

April 24, 2026
BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif
BUMN

BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved