Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Energi dari Jelantah: Saat Limbah Dapur Menjadi Bahan Bakar Masa Depan

by Visioner Indonesia
Agustus 21, 2025
in BUMN
Reading Time: 2min read
0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Pertamina

Jakarta – Sebuah langkah berani ditunjukkan dunia penerbangan nasional ketika pesawat Pelita Air untuk pertama kalinya terbang menggunakan campuran bahan bakar dari minyak jelantah. Uji coba ini bukan sekadar eksperimen teknis, melainkan simbol bahwa energi bersih bisa lahir dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sampah.

Dalam konteks transisi energi, penggunaan minyak jelantah sebagai bahan bakar menjadi jawaban atas dua masalah sekaligus: pengelolaan limbah dan ketergantungan pada energi fosil. Di tengah isu krisis energi global, Indonesia menempatkan diri sebagai negara yang tidak hanya menunggu, tetapi berani berinovasi.

Fakta ini penting, sebab selama ini narasi energi baru dan terbarukan sering terjebak pada tataran wacana. Penerbangan Pelita Air dengan jelantah menjadi bukti konkret bahwa gagasan besar bisa diwujudkan secara nyata. Inilah titik di mana publik bisa melihat bahwa transisi energi bukan slogan kosong.

Namun, inovasi ini juga harus dipandang lebih dalam. Jangan sampai keberhasilan di udara hanya menjadi seremonial, tanpa menyentuh kebijakan distribusi dan keberlanjutan. “Tantangannya ada pada bagaimana minyak jelantah, yang berserakan di dapur-dapur rumah tangga dan restoran, bisa terintegrasi ke rantai pasokan energi nasional. Inilah catatan penting,” terang Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, Kamis (21/8/2025).

Selain itu, inovasi berbasis minyak jelantah ini membuka percakapan tentang keadilan energi. Jangan sampai teknologi bersih hanya menjadi milik korporasi besar, sementara rakyat kecil tidak merasakan manfaatnya. Energi yang lahir dari dapur mestinya kembali ke rakyat dalam bentuk harga terjangkau dan akses yang merata. Hal ini juga ditekankan oleh Romadhon Jasn.

Lebih jauh lagi, eksperimen jelantah harus dikaitkan dengan visi besar Indonesia dalam peta energi dunia. Jika berhasil dikelola secara konsisten, negeri ini bisa menjadi pelopor, bukan sekadar pengikut. “Justru dari sini kita belajar bahwa keberanian untuk keluar dari logika lama adalah syarat utama kemajuan,” ungkapnya.

Maka, publik harus memahami bahwa transisi energi tidak boleh dimaknai sekadar pergantian teknologi, melainkan perubahan cara berpikir. Minyak jelantah hanyalah simbol bahwa sumber daya baru bisa ditemukan di tempat yang tak terduga.

Pada akhirnya, penerbangan dengan jelantah adalah permulaan dari jalan panjang. Publik berhak menaruh harapan, tetapi juga perlu menjaga akal sehat agar tidak terjebak pada euforia sesaat. Jika konsistensi dijaga, Indonesia bisa menulis sejarah baru energi dunia.

Previous Post

Kunjungan Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution di Kecamatan Batang Onang

Next Post

Hadiah Gizi Untuk Generasi Emas: SPPG Serentak Terbangun, KMI Apresiasi Kolaborasi Polri Wujudkan Kedaulatan Gizi Nasional

Related Posts

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon
BUMN

PLN Nusantara Power Jajaki Teknologi CCUS untuk Tekan Emisi Karbon

April 11, 2026
Harga Emas Antam Menguat Tipis pada Perdagangan Sabtu
BUMN

Harga Emas Antam Menguat Tipis pada Perdagangan Sabtu

April 11, 2026
Menakar Langkah Achmad Muchtasyar di Tengah ‘Sengatan’ Moody’s dan Kritik BPK terhadap Pelindo
BUMN

Menakar Langkah Achmad Muchtasyar di Tengah ‘Sengatan’ Moody’s dan Kritik BPK terhadap Pelindo

April 11, 2026
Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut
BUMN

Pertamina dukung distribusi energi di 3T lewat armada logistik laut

April 6, 2026
KAEF Catat Rugi Rp334,9 Miliar, Rasio Utang Berbunga Melebar
BUMN

KAEF Catat Rugi Rp334,9 Miliar, Rasio Utang Berbunga Melebar

April 6, 2026
Harga Emas Antam Melemah, Buyback Lebih Parah
BUMN

Harga Emas Antam Melemah, Buyback Lebih Parah

April 6, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Sempu Bangun Soliditas dan Akselerasi Kinerja Kader Golkar

TERPOPULER

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Sempu Bangun Soliditas dan Akselerasi Kinerja Kader Golkar

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved