Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Energi dari Jelantah: Saat Limbah Dapur Menjadi Bahan Bakar Masa Depan

by Visioner Indonesia
Agustus 21, 2025
in BUMN
Reading Time: 2min read
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Pertamina

Jakarta – Sebuah langkah berani ditunjukkan dunia penerbangan nasional ketika pesawat Pelita Air untuk pertama kalinya terbang menggunakan campuran bahan bakar dari minyak jelantah. Uji coba ini bukan sekadar eksperimen teknis, melainkan simbol bahwa energi bersih bisa lahir dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sampah.

Dalam konteks transisi energi, penggunaan minyak jelantah sebagai bahan bakar menjadi jawaban atas dua masalah sekaligus: pengelolaan limbah dan ketergantungan pada energi fosil. Di tengah isu krisis energi global, Indonesia menempatkan diri sebagai negara yang tidak hanya menunggu, tetapi berani berinovasi.

Fakta ini penting, sebab selama ini narasi energi baru dan terbarukan sering terjebak pada tataran wacana. Penerbangan Pelita Air dengan jelantah menjadi bukti konkret bahwa gagasan besar bisa diwujudkan secara nyata. Inilah titik di mana publik bisa melihat bahwa transisi energi bukan slogan kosong.

Namun, inovasi ini juga harus dipandang lebih dalam. Jangan sampai keberhasilan di udara hanya menjadi seremonial, tanpa menyentuh kebijakan distribusi dan keberlanjutan. “Tantangannya ada pada bagaimana minyak jelantah, yang berserakan di dapur-dapur rumah tangga dan restoran, bisa terintegrasi ke rantai pasokan energi nasional. Inilah catatan penting,” terang Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara, Kamis (21/8/2025).

Selain itu, inovasi berbasis minyak jelantah ini membuka percakapan tentang keadilan energi. Jangan sampai teknologi bersih hanya menjadi milik korporasi besar, sementara rakyat kecil tidak merasakan manfaatnya. Energi yang lahir dari dapur mestinya kembali ke rakyat dalam bentuk harga terjangkau dan akses yang merata. Hal ini juga ditekankan oleh Romadhon Jasn.

Lebih jauh lagi, eksperimen jelantah harus dikaitkan dengan visi besar Indonesia dalam peta energi dunia. Jika berhasil dikelola secara konsisten, negeri ini bisa menjadi pelopor, bukan sekadar pengikut. “Justru dari sini kita belajar bahwa keberanian untuk keluar dari logika lama adalah syarat utama kemajuan,” ungkapnya.

Maka, publik harus memahami bahwa transisi energi tidak boleh dimaknai sekadar pergantian teknologi, melainkan perubahan cara berpikir. Minyak jelantah hanyalah simbol bahwa sumber daya baru bisa ditemukan di tempat yang tak terduga.

Pada akhirnya, penerbangan dengan jelantah adalah permulaan dari jalan panjang. Publik berhak menaruh harapan, tetapi juga perlu menjaga akal sehat agar tidak terjebak pada euforia sesaat. Jika konsistensi dijaga, Indonesia bisa menulis sejarah baru energi dunia.

Previous Post

Kunjungan Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution di Kecamatan Batang Onang

Next Post

Hadiah Gizi Untuk Generasi Emas: SPPG Serentak Terbangun, KMI Apresiasi Kolaborasi Polri Wujudkan Kedaulatan Gizi Nasional

Related Posts

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M
BUMN

1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M

April 27, 2026
Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab
BUMN

Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab

April 24, 2026
Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta
BUMN

Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta

April 24, 2026
BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif
BUMN

BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

TERPOPULER

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved