
VISIONER, 21 Agustus 2025— Kaukus Muda Indonesia (KMI) menyambut antusias momentum peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbaru di Kalimantan Selatan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Langkah ini memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara nyata di lapangan, dan menjadi bukti kolaborasi efektif antara Polri dan pemerintah untuk mewujudkan masa depan generasi penerus yang lebih sehat.
Secara bertahap, hingga kini telah berdiri 458 SPPG di seluruh Indonesia, menjangkau sekitar 1,6 juta anak, serta menyerap lebih dari 22.900 tenaga kerja lokal. Dari jumlah tersebut, 49 unit sudah beroperasi, 21 dalam tahap persiapan, dan 378 sedang dibangun, sementara 10 unit baru saja mengalami groundbreaking di Kalsel. 
Lebih dari simbol simbol pembangunan fisik, SPPG turut menjawab tujuan strategis pembangunan manusia. KMI melihat bahwa lembaga ini tidak hanya memberi akses pangan bergizi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan sosial di tingkat komunitas. Keterlibatan penyedia lokal sebagai pekerja operasional SPPG menunjukkan efek berganda: gizi anak dan ekonomi masyarakat sama-sama diperkuat.
“Kita tengah berinvestasi pada masa depan anak-anak bangsa. Pangan bergizi untuk sekolah bukan semata soal nutrisi, tetapi pondasi SDM unggul. Dengan keterlibatan tenaga lokal di SPPG, program ini juga memberdayakan ekonomi di level akar rumput,” tegas Ketua Umum KMI, Edi Homaidi.
KMI juga optimis melihat target Kapolri mencapai 500 SPPG hingga akhir tahun bukan sekadar ambisi administratif, melainkan wujud sinergi nasional nyata. “Target ini harus menjadi trigger bagi semua pemangku kepentingan—pemerintah pusat, daerah, dan semua elemen masyarakat—untuk memperkuat ekosistem gizi dan kesehatan anak sekolah di seluruh pelosok negeri,” tambah Edi Homaidi.
Program seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan kegiatan bakti sosial/kesehatan yang menyertai peresmian SPPG juga mendapat apresiasi KMI. Upaya sinergis yang mencakup distribusi sembako murah, layanan kesehatan gratis, hingga dialog dengan penerima bantuan pembangunan rumah, sumur, dan kolam bioflok akan memperkuat hubungan state-citizen. Ini bukan hanya distribusi bantuan tetapi representasi hadirnya negara secara riil untuk rakyat.
“Masyarakat merasakan sentuhan langsung negara lewat gizi, kesehatan, dan dialog sosial. Forum seperti ini membangun kepercayaan publik, memperkuat rasa kebersamaan, dan menyemai harapan untuk masa depan bangsa,” ujar Edi Homaidi.
KMI berharap momentum ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan terus diikuti oleh monitoring publik, evaluasi, dan replikasi terbaik ke daerah lain. Gerakan kolaborasi lintas sektor ini harus terus dijaga agar SPPG dan MBG tumbuh menjadi simbol kedaulatan gizi Indonesia.





