Jakarta, – Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Minggu (26/7/2026) mengakhiri perjalanan panjang seorang ekonom yang telah mengabdi lebih dari empat dekade di bank sentral. Ia pertama kali dilantik sebagai Gubernur BI pada 2018 oleh Presiden Joko Widodo dan kembali dipercaya untuk periode kedua (2023–2028) .
Jejak Karier dari Staf hingga Gubernur BI
Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959 . Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1982, kemudian melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat, meraih gelar Master of Science (1989) dan Ph.D. di bidang ekonomi moneter dan internasional (1991) .
Kariernya di BI dimulai pada 1984 sebagai staf yang menangani penyelamatan kredit dan pengawasan perbankan . Sepanjang perjalanannya, ia menduduki berbagai posisi strategis, antara lain:
· Kepala Biro Gubernur (1998)
· Project Leader Unit Khusus Program Transformasi BI (2001)
· Direktur Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (2003)
· Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial (2005–2007)
· Direktur Eksekutif IMF (2007–2009), mewakili 13 negara di South-East Asia Voting Group
· Asisten Gubernur bidang kebijakan moneter, makroprudensial, dan internasional (2009–2013)
· Deputi Gubernur BI (2013–2018)
Puncak kariernya diraih pada 2018 ketika Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Gubernur BI . Berkat kinerja yang baik, DPR kembali menyetujui masa jabatan keduanya, dan ia dilantik untuk periode 2023–2028 .
Di bawah kepemimpinannya, BI menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pandemi Covid-19 hingga tekanan ekonomi global . Ia juga dikenal sebagai penggagas bauran kebijakan (policy mix) dan mendorong transformasi sistem pembayaran digital melalui QRIS dan BI-FAST .
Prestasi dan Penghargaan
Kinerja Perry telah diakui secara nasional dan internasional :
· Governor of the Year se-Asia Pasifik dari Global Markets (2019)
· Tokoh Syariah ASR 2019 dari Anugerah Syariah Republika (2019)
· Anugerah Hamengku Buwono IX dari UGM (2022)
· Pemimpin Terpopuler di Media dari Serikat Perusahaan Pers dan Indonesia Government Awards
· Di bawah kepemimpinannya, BI meraih The Best Central Bank of the Year dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) tahun 2018 dan 2022.
Pengunduran Diri di Era Prabowo
Pada Minggu (26/7/2026), Presiden Prabowo Subianto menerima surat pengunduran diri Perry yang diajukan karena alasan pribadi . Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi atas dedikasi Perry selama tujuh tahun memimpin BI .
Perry bukan satu-satunya pejabat yang mundur. Dalam kurun 1,5 tahun terakhir, setidaknya 11 pejabat telah meletakkan jabatan, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, pimpinan OJK, dan Direktur Utama BEI . Pengamat politik menilai fenomena ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo .
Jabatan Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti hingga gubernur definitif ditetapkan . Destry memastikan bahwa pergantian kepemimpinan tidak akan mengganggu kinerja BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem pembayaran .
Media internasional seperti Reuters menyoroti pengunduran diri ini dan menyebutnya berpotensi mengguncang kepercayaan investor terhadap independensi BI .






