INDONESIA VISIONER, Sidoarjo – Gadis SMP Sidoarjo, Dicabuli dua hari dua malam Hingga Shock. Kasus pencabulan anak terus bertambah. Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sidoarjo kembali menerima laporan baru. Korbannya sebut saja bernama Bunga, 14. Bunga diantar keluarganya mendatangi P2PTP2A untuk mendapatkan bimbingan dari konselor.
Suparman, kakak korban, menyatakan, adiknya kini mengalami trauma yang mendalam. Siswi SMP swasta di Taman itu sudah dua hari tidak mau masuk sekolah. Karena itu, keluarga korban mengantarkannya ke P2TP2A. ’’Supaya dapat bimbingan, kami antar ke sini,’’ ujarnya.
Menurut dia, perilaku adiknya kian berubah sejak kejadian pelecehan seksual tersebut. Bunga menjadi lebih pendiam. ’’Dia sekarang suka murung,’’ imbuhnya.
Berdasar informasi, kasus itu bermula saat Bunga menghilang dari rumah sejak Rabu (27/4) sekitar pukul 15.00. Orang tua korban pun terus mencari. Teman-teman dekatnya ditanya. Baik teman di kampung maupun di sekolah. Bahkan, keluarga juga melapor ke polisi. Namun, jejak Bungah tidak terlacak.
Belakangan terungkap, ternyata Bunga dibawa kabur Ardi Dwi Santoso, 19, warga Jalan Gajah Magersari, Kelurahan Magersari, Sidoarjo. Awalnya, pelaku menjemput korban dengan sepeda motor bernopol W 4085 QV. Lalu, Ardi membawa Bunga ke daerah Mojokerto.
Nah, di Mojokerto korban disewakan kamar kos. Tindakan bejat pun dilakukan pelaku terhadap korban. Selama tinggal berdua, dia memperlakukan korban layaknya seorang istri. Akhirnya, dia memulangkan korban pada Kamis (12/5) pukul 03.50 atau menjelang Subuh.
Meski Ardi memulangkan Bunga saat dini hari, rupanya ada warga yang mengetahui. Karena mengetahui bahwa Bunga yang pulang setelah beberapa hari menghilang, warga pun curiga. Akhirnya, warga mengamankan pelaku. Kunci motor pelaku diambil agar tidak kabur. ’’Kemudian, pelaku digelandang warga ke Mapolsek Taman saat itu juga,’’ kata Agus Santoso, tetangga korban. (Hdr-VIS)






