JAKARTA – Forum Mahasiswa Pantau Aset Negara berencana akan sambangi kantor merah putih Komisi Pemberantasan Korupsi Jumat, 22 Februari 2019 Pekan akan datang. Mereka mendatangi KPK guna memberikan ketegasan hukum dan menyerahkan sejumlah bukti pendukung untuk membantu KPK melakukan proses penyelidikan dan penangkapan Bupati Morotai Benny Laos.
Direktur PT. Intim Kara Benny Laos diduga melakukan suap sebesar 1 Milyar pada anggota komisi V DPR RI Andi Taufan Tiro. Pasalnya anggaran tersebut dimaksudkan untuk melobi KPK untuk menghentikan penyelidikan kasus suap tersebut.
“Kasus ini bermula dari kasus suap Damayanti mantan anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan yang akhirnya menyeret sejumlah anggota DPR dan pengusaha Maluku & Maluku Utara Salah satunya adalah Benny Laos. Dan KPK harus tuntas menyelesaikan persoalannya hukum ini” Ucap Ibrahim kapada wartawan di Jakarta pada Senin, (18/02/19)
Karena itu, apabila KPK benar tegakan hukum, mereka-mereka yang terindikasi itu diantaranya 9 pengusaha Malut itu juga harus di proses dengan tegas” Sambungnya Lagi
Olehnya, Ibrahim Ketua Umum Forum Mahasiswa Pantau Aset Negara mengatakan selain mendatangi KPK dengan masa aksi, dia juga akan mencoba untuk memasukan laporan tambahan untuk memudahkan proses penyidikan KPK guna mengadili Benny Laos.
“Kami juga akan memasukkan sejumlah data tambahan yang insyaallah akan kami serahkan sebagai alat untuk membantu KPK melakukan proses penyidikan dan insyaallah pada proses penangkapan Benny Laos. Kasus ini tetap kami kawal sampai benar-benar ada kejelasan hukumnya” Pungkasnya






