
Jakarta, Visioner.id – Dalam mengelola programnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek) di Pulau Sumatera terbagi dalam 3 wilayah kerja, yakni : Sumbagut Aceh (Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Aceh), Sumbar Riau (Propinsi Sumatera Barat, Propinsi Riau dan Propinsi Kepri), dan Sumbagsel (Propinsi Sumatera Selatan, Propinsi Lampung, Propinsi Bengkulu, Propinsi Jambi, dan Propinsi Bangka Belitung).
Hal ini menjadi sorotan dari Hery Susanto, Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (KORNAS MP BPJS). Dalam catatan KORNAS MP BPJS diperoleh data masih minimnya kepesertaan BP Jamsostek di Pulau Sumatera. Demikian disampaikan Hery Susanto di Jakarta melalui siaran persnya (5/3).
Berikut data kepesertaan BP Jamsostek di 3 wilayah tersebut :
Peserta BP Jamsostek Sumbagsel 2.3 juta orang pekerja (27 %) dari jumlah total potensi pekerja mencapai 8.5 juta orang pekerja, baik itu Penerima Upah (PU), Bukan Penerima Upah (BPU) dan Jasa Konstruksi (Jakon).
Peserta BP Jamsostek Wilayah Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau (Sumbar Riau) tercatat baru 1,8 juta orang pekerja (26%) dari total 7 juta orang pekerja.
Peserta BP Jamsostek Wilayah Sumbagut Aceh tercatat baru mencapai 1.8 juta orang pekerja (25%) dari total 7,2 juta orang pekerja.
Dari data yang tercatat itu bisa disimpulkan bahwa pekerja di Sumatera masih banyak yang belum mengikuti program BP Jamsostek.
“Pekerja di Wilayah Sumatera masih banyak yang belum terlindungi program BP Jamsostek, ini indikator minimnya perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan di Wilayah Sumatera, karena itu harus terus dilakukan sosialisasi dan rekrutmen kepesertaan BP Jamsostek di 3 wilayah bagian Sumatera,” pungkas Hery Susanto. (*)





