
Jakarta,- Beberapa hari ini beberapa pejabat menuai sorotan karena berpakaian hedon dan glamor di media sosial. Bahkan banyak menuai kritikan dari berbagai pihak seperti yang terjadi pada Pejabat (Pj) Bupati Bombana.
Menaggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, berharap netizen tidak terjebak dengan penampilan yang dipertontonkan para pejabat khusus Pejabat (Pj) Bupati Bombana dan istri. Karena barang-barang yang dipakai belum dapat dipastikan keasliannya.
“Terlalu berlebihan jika kita menilai gaya penampilan seseorang melalui media sosial, karena barang-barang yang digunakan belum dapat dipastikan keasliannya, bisa saja KW, tidak perlu mendramatisir”, tutur Akril di Jakarta, Sabtu, 26/3/2023.
Lebih lanjut Akril menyampaikan bahwa Indonesia saat ini telah menjadi surga barang tiruan, banyak tempat-tempat di Indonesia yang menjadi tempat pendistribusian barang palsu seperti Pasar Mangga Dua, Tanah Abang, Mall Abassador bahkan merambah ke e-commerce. Sehingga tidak mengherankan banyak masyarakat Indonesia masih menggunakan barang-barang mirip ori atau miror.
“Sekarang coba kita lihat banyak sekali produk-produk KW membanjiri Indonesia, dan tidak sedikit masyarakat Indonesia lebih memilih mengunakan barang tersebut selain merk berkualitas juga harganya murah. Kata anak-anak muda biar dibilang eksis dan kelihatan waoww”, pungkasnya.
Untuk diketahui, Indonesia masih menjadi negara berstatus Priority Watch List (PWL) dalam daftar yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui United States Trade Representative (USTR). Laporan ini berisi daftar negara yang memiliki tingkat pelanggaran hak kekayaan intelektual (HKI) sangat berat.
Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, Razilu mengatakan masih banyak tempat di Indonesia yang menjadi sarangnya barang-barang palsu. Dia menyebut Pasar Mangga Dua.





