
Jakarta,- Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara Romadhon Jasn mengatakan Pemilu 2024 menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia, dan keterlibatan Polri sebagai penjaga keamanan mengemban tanggung jawab sangat besar. Polri memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan, terutama saat berlangsungnya pemilihan umum.
“Dalam menjalankan tugasnya, Polri memiliki komitmen untuk tetap tegas dan netral. Tegas, dalam artian penerapan hukum yang adil tanpa pandang bulu terhadap pelanggaran atau tindakan kriminal yang dapat mengganggu jalannya pemilu. Netral, karena Polri harus menjaga keseimbangan dan tidak memihak kepada salah satu pihak atau kandidat”, ujarnya di Jakarta, Minggu 17/12/2023.
Ia mengatakan salah satu langkah konkret yang diambil Polri untuk menunjukkan keterlibatan yang tegas dan netral adalah penerapan aturan yang sama bagi semua peserta pemilu. Penegakan hukum harus bersifat objektif, dan Polri harus memberikan perlakuan yang sama terhadap pelanggaran hukum, tanpa memandang afiliasi politik atau kedudukan sosial.
“Kami menilai bahwa Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memiliki kapabilitas untuk memastikan netralitas aparat kepolisian. Keyakinan ini didasarkan pada prinsip-prinsip kokoh yang dimiliki Polri, khususnya dalam ketaatan pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia”, tuturnya.
Menurut Romadhon Kapolri dapat bertanggung jawab dan menjaga netralitas jajaran kepolisian secara profesional. Komitmen ini, menurutnya, tercermin dalam surat telegram yang dikeluarkan oleh Kapolri, menegaskan pentingnya pemilu yang adil dan bebas dari pengaruh yang tidak semestinya.
“Netralitas Polri merupakan elemen paling penting dalam menjamin keadilan dan kepercayaan publik selama proses pemilu. Netralitas adalah pondasi utama integritas pemilu, yang membantu mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi”, ungkapnya.
Ia mengungkapkan Operasi Mantap Brata yang diluncurkan oleh Polri untuk pengamanan Pemilu. Menurutnya, operasi tersebut sudah matang, dengan jumlah personel yang terlibat dianggap sesuai dan efisien.
“Operasi Mantap Brata menjadi bukti bahwa Polri memahami strategi yang terarah dan efisien dalam menghadapi situasi kompleks selama periode pemilihan. Semangat netralitas dan profesionalisme Polri diharapkan terus terjaga dalam berbagai tugas dan tanggung jawab mereka”, tutupnya.





