
Banten (Visioner),– PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten menghadirkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di pelosok Pandeglang dan Lebak, memperkuat swasembada pangan nasional. Infrastruktur ini membawa listrik ke wilayah tanpa jaringan rumah tangga, memberdayakan petani dan UMKM. “PLN menunjukkan bahwa energi adalah kunci kemajuan pertanian,” kata Romadhon Jasn, Direktur Gagas Nusantara.
SPLU telah terpasang di kecamatan seperti Cikulur, Cimarga, hingga Jiput, mendukung pompa air dan bor sumur. Fasilitas ini meningkatkan produktivitas saat musim kemarau tanpa bahan bakar fosil, “SPLU adalah solusi tepat untuk tantangan petani,” ujar Romadhon, kepada awak media, Sabtu (26/4/2025)
Program Electrifying Agriculture PLN memodernisasi pertanian dengan akses listrik yang efisien. Petani dapat mengelola lahan lebih baik, sementara UMKM mendapat peluang ekonomi baru. “Ini adalah langkah menuju pertanian inklusif dan berkelanjutan,” kata Romadhon, memuji visi PLN untuk pedesaan.
Kolaborasi PLN dengan perangkat desa dan kelompok tani memastikan SPLU ditempatkan sesuai kebutuhan lokal. Manager PLN UP3 Banten Selatan, Muhammad Ardian, menegaskan pihaknya memetakan kebutuhan infrastruktur berdasarkan masukan masyarakat. Koordinasi ini mencerminkan pendekatan yang peka dan terarah.
Aplikasi PLN Mobile memudahkan petani mengajukan layanan dan melaporkan gangguan, meningkatkan transparansi. Keterbukaan PLN terhadap permintaan jaringan listrik memperkuat hubungan dengan masyarakat. “Teknologi ini membawa energi lebih dekat ke rakyat,” ujar Romadhon, mengapresiasi digitalisasi layanan PLN.
Gagas Nusantara memuji kepemimpinan Moch. Andy Adchaminoerdin, General Manager PLN UID Banten, yang mendorong SPLU sebagai pilar Electrifying Agriculture. Visi Andy menjadikan PLN mitra strategis petani, menghadirkan energi yang mendukung produktivitas dan ketahanan pangan. “Kinerja Andy membuktikan komitmen PLN pada pembangunan,” kata Romadhon.
SPLU mendukung pertanian ramah lingkungan dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Inisiatif ini membantu petani menghadapi tantangan iklim seperti kekeringan, memperkuat ekonomi lokal. “PLN menempatkan petani sebagai tulang punggung pembangunan,” kata Romadhon.
Inisiatif PLN mencerminkan visi energi yang berpihak pada rakyat, sejalan dengan semangat ketahanan pangan. SPLU memperkuat fondasi pertanian nasional dengan solusi terjangkau dan efisien. Petani kini memiliki alat untuk menghadapi tantangan dan meningkatkan hasil panen.
Pembangunan berbasis energi seperti SPLU menunjukkan kemajuan ekonomi dan lingkungan dapat seiring. Gagas Nusantara melihat langkah PLN sebagai model bagi daerah lain. “Kami bangga mendukung PLN dalam memberdayakan petani melalui energi cerdas,” tutup Romadhon.


