NTT, 26 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi setibanya di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8) siang. Rapat digelar di dalam tenda darurat di area Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi NTT, Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere di Desa Tonggurambang, Kecamatan Mbay .
Presiden tiba di Nagekeo sekitar pukul 12.00 WIB menggunakan helikopter kepresidenan Super Puma dari Bali . Setibanya di lokasi, beliau langsung menuju tenda yang disulap menjadi ruang rapat untuk memimpin rapat bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga .
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat dan mempersilakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto untuk memaparkan kondisi terkini penanganan bencana .
Dalam paparannya, Suharyanto melaporkan bahwa gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) lalu berdampak pada tujuh kabupaten, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Sikka . Hingga Senin (25/8), tercatat 103 korban meninggal dunia dan 1.666 orang mengalami luka-luka .
Suharyanto juga menyoroti kendala penanganan pascagempa, yaitu gudang logistik BPBD di NTT yang kosong sehingga bantuan tidak bisa langsung disalurkan pada hari pertama bencana. Hal ini disampaikan menanggapi bantuan belanja tak terduga (BTT) Rp20 miliar per kabupaten di NTT .
“Gudang-gudang BPBD itu kosong, untung Bapak Presiden memberikan bantuan Rp20 miliar itu, tapi kami saran ke depan Pak Presiden masing-masing kabupaten/kota sudah punya logistik, buffer stock,” ujar Suharyanto .
Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya setiap kabupaten memiliki gudang logistik sebagai bagian dari mitigasi bencana. Beliau berjanji akan membantu menyediakan lumbung cadangan pangan di setiap provinsi dan kabupaten .
“Seharusnya memang demikian, para bupati, gubernur, harusnya sudah punya lumbung-lumbung cadangan, tapi ya sudah kalau mereka belum inisiatif, kita lakukan dulu,” kata Prabowo .
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta jajaran Forkopimda NTT .
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa kunjungan Presiden bertujuan untuk memastikan koordinasi penanganan bencana berjalan efektif dan proses pemulihan berlanjut secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas, tetapi juga rekonstruksi infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara berkelanjutan .






