Lombok Tengah, 25 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama berbagai pihak terus menggenjot upaya pemulihan Kampung Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, yang dilalap si jago merah pada Sabtu (22/8) malam. Kebakaran yang menghanguskan lebih dari 100 rumah adat dan berbagai fasilitas umum ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pusat.
Data sementara menunjukkan sekitar 150 kepala keluarga terdampak, dengan jumlah korban yang terus didata. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turun langsung meninjau lokasi dan memastikan penanganan darurat berjalan optimal. “Kami fokus pada keselamatan warga dan memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat tinggal sementara terpenuhi,” ujar Iqbal di lokasi kejadian, Minggu (23/8).
Penyebab Kebakaran dan Respons Cepat
Kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik dari salah satu rumah warga dan cepat merambat karena material bangunan yang sebagian besar berbahan alami seperti ilalang dan bambu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Pemkab Lombok Tengah segera merespons dengan mengaktifkan posko pengungsian dan menyalurkan bantuan logistik. Bantuan juga datang dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Baznas, dan komunitas sosial. Masyarakat juga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa kebakaran.
Lahan Relokasi dan Dukungan CSR
Pemkab Lombok Tengah menyiapkan lahan seluas 3 hektare di kawasan Sade untuk relokasi warga yang rumahnya ludes terbakar. Lahan tersebut akan dibangun hunian sementara sekaligus direncanakan menjadi permukiman permanen dengan konsep tetap mempertahankan ciri khas arsitektur adat Sade.
“Kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan pihak swasta untuk menyiapkan bantuan pembangunan hunian. Dukungan dari CSR diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan,” ujar Kepala Dinas Sosial Lombok Tengah.
Dampak Budaya dan Ekonomi
Kampung Adat Sade merupakan destinasi wisata budaya yang dikenal dengan tradisi tenun dan rumah adatnya. Kebakaran ini tidak hanya merusak tempat tinggal, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata dan kerajinan tenun.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan akan membantu pemulihan sektor pariwisata di Sade. “Kami akan memberikan pendampingan untuk pemulihan ekonomi kreatif, terutama tenun dan produk budaya lainnya, agar warga bisa kembali beraktivitas,” ujar perwakilan kementerian.
Harapan Pemulihan
Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi warga Sade yang telah menjaga tradisi dan budaya leluhur selama puluhan tahun. Namun, semangat gotong royong dan solidaritas yang ditunjukkan berbagai pihak menjadi modal penting untuk memulihkan kampung adat ini.
Warga berharap proses pemulihan berjalan cepat dan mereka bisa kembali tinggal di kampung halaman dengan rasa aman. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendampingi warga hingga mereka bisa bangkit kembali dari musibah ini.






