Lombok Timur, 4 September 2026 – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto menegaskan pentingnya akselerasi budidaya lobster nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok Benih Bening Lobster (BBL), tetapi naik kelas menjadi produsen utama lobster budidaya dunia. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik ke Instalasi Telong Elong, Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Kamis (3/9).
“Akselerasi budidaya lobster tidak dapat dilakukan setengah-setengah. Pemerintah harus membangun ekosistem budidaya berbasis segmentasi, mulai dari ketersediaan benih, teknologi pendederan, pembesaran, pakan, sarana KJA, permodalan, kelembagaan pembudidaya, sampai dengan kepastian pasar,” tegas Titiek.
Nelayan Lotim: Kekurangan Freezer dan Benih
Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi nelayan di wilayahnya. Nelayan masih mengandalkan Keramba Jaring Apung (KJA) sederhana dan sangat kekurangan freezer untuk menyimpan pakan lobster. Selain itu, ketersediaan benih juga masih menjadi masalah utama.
“Di samping KJA yang sederhana itu, juga mereka sangat-sangat kekurangan yang namanya freezer, tempat mereka menyimpan makanan dari lobster itu sendiri. Hampir tidak ada yang mereka punya. Ini yang menjadi persoalan yang selalu dihadapi dari tahun ke tahun,” ungkap Bupati.
Maraknya Penyelundupan BBL
Titiek menyoroti masih maraknya penyelundupan BBL yang merugikan negara dan nelayan. Harga BBL di luar negeri yang jauh lebih tinggi dibanding harga dalam negeri disebut sebagai faktor utama. Di sisi lain, kemampuan budidaya nasional juga belum optimal.
Komisi IV DPR mendorong agar BBL tidak hanya diekspor mentah, tetapi dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui program budidaya yang terintegrasi.
Solusi dan Harapan
Dalam sesi diskusi, nelayan menyampaikan keluhan utama: keterbatasan akses permodalan, kebutuhan bantuan KJA, ketersediaan pakan, dan harga jual lobster yang fluktuatif.
Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan Panitia Kerja dalam merumuskan rekomendasi kebijakan tata kelola BBL dan strategi percepatan budidaya lobster nasional. Titiek berharap ke depan Indonesia tidak hanya mewujudkan swasembada beras, tetapi juga swasembada protein sebagai penghasil lobster terbesar di dunia.






