Jakarta, 4 September 2026 – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) demisioner Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengecam pernyataan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang menyebut Nahdlatul Ulama terpuruk dalam lima tahun terakhir dan mengaitkannya dengan latar belakang organisasi PMII dan HMI. Gus Ipul menilai pernyataan tersebut tidak pantas disampaikan oleh seorang tokoh sekelas Cak Imin .
“Saya menyayangkan sekali kenapa Cak Imin mereduksi urusan NU menjadi urusan PMII dan HMI. Ini sungguh-sungguh pernyataan yang memprihatinkan,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026) .
Gus Ipul juga mengkritik Cak Imin yang menyeret nama sejumlah tokoh dalam pernyataannya. Menurutnya, membawa nama orang lain dalam tudingan semacam itu tidak tepat, sekalipun kemudian dianggap sebagai candaan .
“Nama-nama tokoh lain juga disebut. Itu selayaknya tidak disampaikan oleh Cak Imin, meskipun mungkin dianggap bercanda atau sekadar iseng,” ujar Gus Ipul .
NU Bukan Milik Kelompok Tertentu
Gus Ipul mempertanyakan dasar Cak Imin yang berulang kali menyebut kepemimpinan PBNU gagal. Ia mengingatkan bahwa NU bukan milik individu, kelompok, partai politik, PMII ataupun HMI. NU adalah jam’iyah besar yang keberhasilan maupun kekurangannya harus dinilai secara utuh dan objektif .
“Kalau mau mengatakan PBNU tidak berhasil, tunjukkan fakta dan datanya. Jangan sekadar membangun opini. Boleh saja memberikan penilaian, tetapi harus didasarkan pada fakta, data, dan ukuran yang jelas,” tegas Gus Ipul .
Menurut Gus Ipul, seluruh keputusan penting PBNU, termasuk rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU, merupakan hasil mekanisme organisasi dan keputusan rapat, bukan keputusan pribadi .
“Padahal kita tahu Muktamar kemarin menerima semua laporan pertanggungjawaban dengan baik, Muktamar berjalan demokratis, semua berkontribusi, semua menyampaikan aspirasi termasuk Cak Imin,” jelasnya .
Dugaan Kepentingan Sesaat
Gus Ipul bahkan menduga pernyataan tersebut muncul karena kepentingan sesaat Cak Imin . Ia meminta Cak Imin tidak membawa NU ke dalam narasi pertentangan antarkelompok yang justru berpotensi mengecilkan kebesaran organisasi .
“NU terlalu besar kalau hanya dipandang dari kacamata PMII atau HMI, apalagi dari kepentingan politik sesaat. Jangan NU direduksi menjadi urusan kelompok tertentu,” tegas Gus Ipul .
“Bisa jadi pernyataan seperti ini muncul karena kepentingan sesaat Cak Imin,” lanjutnya .
Sebelumnya, dalam video yang beredar di media sosial, Cak Imin menyebut NU mengalami keterpurukan dalam lima tahun terakhir. “Yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, kira-kira gitulah,” kata Cak Imin dalam rekaman tersebut . Cak Imin kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataan itu merupakan candaan internal .






