Di Mana Saja Titik Karhutla di Sumsel meski Sudah Turun Hujan?

Palembang, 1 November 2026 – Meski hujan dilaporkan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) dalam beberapa hari terakhir, titik panas (hotspot) karhutla masih terdeteksi di beberapa lokasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla belum sepenuhnya tuntas, terutama di area lahan gambut yang rentan terbakar dalam.

Sebaran Hotspot Terkini

Berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Pekanbaru pada Minggu (1/11/2026), Sumsel masih mencatat jumlah titik panas terbanyak di Pulau Sumatera dengan 118 titik. Angka ini disusul oleh Bangka Belitung (43 titik) dan Jambi (39 titik) .

Data BPBD Sumsel sebelumnya juga menunjukkan konsentrasi hotspot yang cukup tinggi. Pada periode 21 Oktober 2026, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tercatat sebagai wilayah dengan titik panas harian terbanyak, mencapai 695 titik . OKI memang menjadi salah satu wilayah yang paling akhir memasuki musim hujan, diperkirakan baru pada akhir November hingga awal Desember 2026 .

Fokus di OKI: Bara Api di Bawah Gambut

Meski intensitas hotspot sempat menurun drastis pasca-hujan, OKI masih menyisakan titik-titik api yang membandel. Data pemutakhiran BPBD mencatat masih ada 37 titik hotspot aktif di OKI, dengan 25 titik di antaranya berada di lahan gambut .

Titik-titik tersebut masih membayangi delapan kecamatan, meliputi Cengal, Sungai Menang, Mesuji, Tulung Selapan, Air Sugihan, Mesuji Makmur, Pampangan, dan Pedamaran Timur . Operasi pemadaman darat dan udara diprioritaskan di enam desa krusial, yakni Desa Talang Rimba, Ulak Kedondong, Gajah Mati, Sungai Sibur, Muara Burnai, dan Beringin .

Kendala utama di lapangan adalah minimnya pasokan air dan akses medan yang terisolasi, sehingga personel serta peralatan pemadam tidak dapat beroperasi maksimal. Selain itu, bara api yang membara di bawah lapisan tanah gambut (underground fire) terus memunculkan asap tebal meski lidah api tidak lagi terlihat di permukaan .

Wilayah Lain dan Upaya Penanganan

Selain OKI, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) juga masih berstatus siaga darurat karhutla hingga akhir November 2026. Sepanjang Juli-Oktober, OKU mencatat 177 kasus karhutla . Pemerintah daerah menyiagakan 300 personel gabungan serta berbagai peralatan, mulai dari pompa air, selang, hingga mobil suplai air .

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup juga mendorong 43 perusahaan pemegang konsesi di Sumsel untuk membangun infrastruktur pembasahan gambut, seperti sekat kanal dan pompa, guna menjaga lahan tetap basah dan mencegah kebakaran berulang .

Catatan

Meski hujan telah turun di beberapa titik, karakteristik lahan gambut membuat api sulit terdeteksi dan cenderung bertahan lama. Masyarakat di sekitar wilayah rawan diminta tetap waspada terhadap potensi asap dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.


Jakarta, 1 November 2026
Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru