Pemuda Millenial Jakarta: BBM Ramah Lingkungan Solusi udara sehat dan bersih

Pemuda Millenial Jakarta: BBM Ramah Lingkungan Solusi udara sehat dan bersih

- in Default
289
0

Jakarta, Visioner,- Pentingnya aksi individu dalam menjaga lingkungan, upaya yang bisa dilakukan, serta kaitan antara gaya hidup ramah lingkungan dengan kesehatan dan budaya Indonesia, Pemuda Millenial Jakarta menyelenggarakan webinar bertajuk “BBM Ramah Lingkungan Solusi udara sehat dan bersih.” Webinar ini mengajak berbagai kalangan untuk peduli lingkungan salah satunya menggunakan BBM Ramah Lingkungan sebagai solusi udara sehat dan bersih.

Menurut Randy Presidium Pemuda Millenial Jakarta, belum lama ini, perubahan perilaku masyarakat penggunaan BBM masa pandemi menurun drastis, diakibatkan perkantoran memberlakukan Work From Home (WFH) karna masa pandemi Covid-19. Dengan penerapan ini ada sisi positifnya juga meski masih adanya wabah pandemi, yaitu udara jakarta nampak bersih. Ini menunjukkan adanya perubahan dari segi lingkungan udara Jakarta.

“Selain soal kurangnya aktivitas kendaraan bermotor di jakarta dan belahan dunia lainnya, masyarakat sudah beralih juga dalam pemakaian bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi, dari bensin premium, pertalite ke pertamax. Meski tidak semuanya ini merupakan bentuk perilaku yang baik,” kata Randy, dalam Zoomeeting Kamis, di Jakarta (17/9)

Sejauh ini Pertamina sudah mulai mewacakan kembali penghapusan BBM beroktan rendah dan memasarkan BBM dengan RON 92 yakni Pertama. Meski semuanya kembali kepada pemerintah karena Pertamina tidak bisa langsung memutuskan hal tersebut.

Randy menyebutkan BBM ramah lingkungan itu dasar hukumnya dan aturan sudah jelas. Bahwasanya kendaraan yang beroperasi di Indonesia harua menggunakan standar Euro 4. Jika demikian pemerintah wajib mempercepat dan mendukung BBM ramah lingkungan, agar masalah lingkungan ada perubahan yang progresif.

“Membiasakan dan sadar pemakaian BBM beroktan tinggi memperbaiki kualitas udara, sebab, dampak positif BBM RON tinggi baru terlihat jika digunakan secara masif. Sekarang masyarakat dibawah menunggu, kampanye BBM Ramah Lingkungan terus dilakukan tetapi produksi BBM beroktan rendah belum dihapuskan ini bisa ironi jika tidak ada keputusan yang tepat. Pertamina bisa babak belur, belum lagi biaya produksi beroktan rendah tidak sesuai dengan harga jual. Apalagi semester ini pertamina sudah merugi 11 Triliun sekian akibat pandemi dan lainnya,” tegas Randy.

Ketua Umum Cabang Jakarta Pusat Utara, Badai menyambut positif jika Pertamina menghapuskan BBM dibawah oktan 92. Minyak dengan oktan rendah bisa berdampak negatif bagi kesehatan dan memicu penyakit mematikan.

“Kita tidak mau banyak masalah baru dalam hal kesehatan, karna sehat itu mahal dan lingkungan mesti di jaga salah satunya mendukung BBM ramah lingkungan,” ungkapnya.

Lanjut Badai, kampanye dan sosialisasi perlunya menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan jangan berhenti sampai ada hasilnya pemerintah memutuskan pemakaian BBM Euro 4. Memang betul, adanya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, menurunkan gas rumah kaca, dan dapat merusak kendaraan sudah semakin baik. 

“Saatnya seluruh anak bangsa memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga lingkungan, menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK), karenanya masyarakat perlu merubah perilaku dengan menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan,” tegasnya

Demi lingkungan hidup yang lebih baik, kesehatan masyarakat dan mesin kendaraan awet, saatnya masyarakat meninggalkan menggunakan BBM RON rendah yang tak ramah lingkungan.

Facebook Comments