Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Viral Tagar #PercumaLaporPolisi, PJ Ketum PB HMI, Polisi Bekerja Sesuai Prosedur

by Visioner Indonesia
Oktober 13, 2021
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
48
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta- Jagat digital trending dengan tagar #PercumaLaporPolisi. Pasalnya, kasus dugaan pemerkosaan anak di Luwu Timur yang terjadi pada akhir 2019 sudah di-SP3 karena dinilai tidak cukup bukti. Kasus ini telah diproses oleh aparat sesuai prosedur dan dilakukan secara transparan namun bukti permulaan tidak cukup untuk menjerat sehingga dihentikan.

Merespons hal tersebut, PJ Ketua Umum PB HMI Romadhon JASN mengatakan jika proses penanganan kasus tersebut telah dilakukan sesuai standar prosedur tentu tidak perlu dipersoalkan karena polisi bekerja sesuai prosedur. Karena itu, jika tidak cukup bukti memang harus di-SP3.

“Polisi bekerja sesuai SOP terkait kasus pemerkosaan ini apalagi prosesnya dilakukan secara transparan dan profesional, maka kalau dihentikan atau di-SP3 ya udah benar kan, memang begitu aturanya kalau tidak cukup bukti pasti di-SP3,” ujar Romadhon JASN kepada awak media di Jakarta Selasa, (12/10).

Menurut Romadhon, ketika kasus tersebut di-SP3 bukan berarti pihak kepolisian tidak mengedepankan azaz keadilan dan tidak punya nurani. Tetapi polisi harus bekerja berdasarkan prosedur dan bekerja secara proporsional tanpa pandang bulu, sehingga salah dalam menjerat seseorang menjadi tersangka.

“Ini namanya bentuk kehati-kehatian polisi, di-SP3 bukan berarti tidak punya nurani dibilang ngak adil, sebab mereka bekerja berdasarkan prosedur kan, karena buktinya tidak cukup nanti salah menjerat orang, ini ikut prosedur ngak boleh pandang bulu,” tandasnya

Karena itu lanjut Romadhon, kasus tersebut tak seharusnya dipolitisasi apalagi dipropaganda dijagat digital dengan tagar #PercumaLaporPolisi, yang jelas-jelas menjelekkan institusi kepolisian

“Tagar ini jelas menjelekkan institusi kepolisian, coba lihat propagandanya di media jadi trending kan, jangan dipolitisasi terus karena polisi udah profesional berdasarkan prosedur,” tutur Romadhon

Previous Post

Fahmi Muhammad RESMI Menjadi Formateur HMI Cabang Jakarta Pusat – Utara Periode 2021-2022

Next Post

Diduga Terlibat Kasus Korupsi, Dirut dan Pelaksana Utama Divisi I PT. WIKA Didemo Mahasiswa

Related Posts

Default

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Mei 25, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026
Default

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

Mei 14, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara Apresiasi Sinergi BGN dan Kemenimipas:Wujudkan Keadilan Gizi Melalui Dapur Lapas

Mei 13, 2026
Default

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Mei 7, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

April 26, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved