
Jakarta–Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon Jasn mengaku optimis problem kelangkaan minyak goreng yang dialami sebagian masyarakat Indonesia dalam beberapa pekan terakhir, mampu segera teratasi pasca Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan.
Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan seluruh Kapolda untuk memeriksa dan melakukan pengawasan atas proses produksi hingga distribusi komoditas minyak goreng di seluruh penjuru tanah air.
“Kita optimis persoalan kelangkaan minyak goreng yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir akan segera teratasi pasca Kapolri Listyo Sigit turun tangan. Instruksi khusus yang disampaikan beliau kepada seluruh Kapolda untuk segera memperketat pengawasan soal ketersediaan minyak goreng di setiap daerah sangatlah penting dalam kondisi seperti ini,” Kata Romadhon, Kamis (17/3/2022).
Tak hanya optimis, Romadhon menilai langkah yang dibuat Kapolri mampu memberi dampak positif bagi kondisi psikologis masyarakat yang sebelumnya merasa cemas imbas dari kelangkaan minyak goreng.
“Rasa cemas yang dalam beberapa pekan terakhir menghantui masyarakat imbas dari kelangkaan minyak goreng, secara perlahan mulai hilang. Masyarakat kini bisa lebih tenang dan tak perlu lagi khawatir, karena Polri telah dilibatkan secara khusus oleh Presiden untuk mengawasi dan mengawal proses produksi dan distribusi minyak goreng di setiap daerah,” terangnya.
Diketahui, Kapolri Listyo Sigit telah melakukan kunjungan di salah satu Pabrik Minyak Goreng, PT Mikie Olio yang terletak di Bantar Gebang, Kota Bekasi pada hari Rabu (16/3/2022).
Dalam kunjungan tersebut, mantan Kabareskrim Polri itu berharap kepada seluruh produsen agar mendistribusikan minyak goreng dengan normal agar tidak terjadi kelangkaan, khususnya untuk minyak goreng curah yang paling banyak digunakan masyarakat.
“Yang paling penting adalah barang berada di pasar dan khususnya kebutuhan masyarakat yang banyak menggunakan minyak curah dan harganya akan dipantau dan kemudian kita harapkan harga eceran tertingginya bisa dilaksanakan karena memang ada kebijakan dari pemerintah untuk memberikan subsidi,” kata Sigit.
Kapolri juga berharap tak lada lagi antrian panjang pembeli minyak goreng seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Dia juga optimis kelangkaan minyak goreng bisa teratasi dalam beberapa hari ke depan.
“Saya harapkan untuk barang-barang bisa didistribusikan seperti biasa. Jangan sampai ada kelangkaan, sehingga stok tetap terjaga. Antrian yang kemarin banyak terjadi ketika operasi pasar, diharapkan dalam beberapa hari ke depan bisa kembali normal,” ungkapnya. (Dzul)
