Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Kembali Ungkap Terorisme, Jaringan Aktivis Nusantara Apresiasi Langka Cepat Densus 88

by Visioner Indonesia
Maret 18, 2022
in Default
Reading Time: 3min read
Ilustrasi Terorisme (Foto : Merdeka.com)

Jakarta-Detasemen (Densus) 88 Anti Teror kembali berhasil mengungkap terduga teroris yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu institusi pemerintahan. Keberhasilan Densus 88 Anti Teror menelusuri dan melacak tersangka teroris di institusi Kementerian membuka tabir betapa memutus rantai jaringan terorisme di Indonesia mengalami jalan terjal.

Menanggapi Hal tersebut Koordinator Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), Romadhon Jans, mengungkapkan meski demikian patut diapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum (Densus 88 Anti Teror). Keberhasilan dalam melacak dan mengungkap jaringan terorime adalah bukti bahwa penegak hukum telah bekerja secara profesional karena terbukti banyak menangkap terduga teroris.

“Keberhasilan Densus 88 Anti Teror dalam melacak, mengungkap dan menangkap jaringan terorime patut untuk diapresiasi”, ungkap Don panggilan akrab Koordinator JAN melalui rilisnya, Jum’at 18/03/2022.

Madon mengungkapkan walau telah dilakukan upaya preventif dan deteksi dini namun jaringan terorisme sulit diputus hingga ke akarnya-akarnya. Sebab itulah, pemerintah melakukan pelbagai upaya pencegahan dan penanggulangan serta pendekatan hukum dalam memutus rantai jaringan terorisme.

Selain hal tersebut di atas, strategi lain yang dilakukan aparat yakni dengan melakukan pendekatan serta kontra narasi atau kontra propaganda dengan melibatkan tokoh agama dan institusi pendidikan Pesantren.

“Selain penegakan hukum juga mengunakan pendekatan kontra narasi dan kontra propaganda dengan melibatkan Kyai dan Pesanteren untuk memutus mata rantai jaringan terorisme di Indonesia”, ucapnya.

Kata Madon meskipun demikian upaya tersebut belum mencapai target tetapi bukan berarti gagal. Sehingga dibutuhkan strategi dan pendekatan yang terukur dalam rangka menghentikan dan mengakhiri atau setidaknya mempersempit ruang gerak terorisme dalam melakukan aksinya termasuk juga di ruang maya

“Sebisa mungkin pergerakannya dihentikan sehingga tidak bisa mengakses ke kanal-kanal media yang selama ini menjadi instrumen atau sarana dalam menyebarkan paham takfiri mereka anut”, ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa terorisme terkoneksi secara global dan mata rantainya sulit untuk diputus karena bersarang di pelbagai instansi dan institusi pemerintahan sehingga harus ada upaya tegas dari pemerintah semisal melakukan evaluasi secara komprehensif di seluruh institusi terutama di Kementerian.

“Fakta terbaru menunjukan ternyata terduga teroris banyak melibatkan PNS dan karyawan di Kementerian. Oleh karena, tindakan tegas untuk memberikan sanksi kepada siapa pun yang sudah jelas-jelas terbukti memiliki pemahama radikal-ekstremis atau mungkin berafiliasi dengan kelompok radikal-teroris maka sebaiknya perlu diberikan sanksi tegas berupa pemecatan, pemberhentian dan proses hukum tentunya”, tegasnya.

Tindakan tegas dilakukan semata-mata untuk menjamin dan melindungi keamanan negara dan ketentraman masyarakat dari pelbagai ancaman terorisme dan ekstremisme yang melegalkan kekerasan atas nama agama dengan dibungkus kata-kata jihad.

Madon mengatakan Pemerintah harus bersikap tegas terhadap siapa pun yang menganut ideologi takfiri radikal karena jelas-jelas bertentangan dengan ideologi Pancasila sebagai konsensus bersama. Tak ada toleransi bagi pelaku kejahatan kemanusiaan seperti teroris.

“Jangan sampai memberikan kesempatan dan ruang sedikit pun terhadap teroris untuk melancarkan aksi-Nya. Jika berkaca ke negara-negara lain, keberhasilan memberantas teroris tak lepas dari tindakan hukum yang tegas dengan disertai dengan pendekatan lain untuk bisa mencegah dan menghentikan aksi-aksi terorisme”, tutupnya

Previous Post

Kapolri Instruksikan Kapolda Atasi Kelangkaan Minyak Goreng, JAN Nilai Langkah Tersebut Dapat Beri Dampak Positif 

Next Post

Tingkat Pertumbuhan Ekonomi, Gagas Nusantara Dukung Usul Moeldoko Soal Penghapusan VoA

Related Posts

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir
Default

BSMI Masuk Kampung Terpencil Ende, Salurkan Bantuan ke Korban Gempa yang Terisolir

Agustus 20, 2026
Default

Pemuda Muslimin Jakarta Utara apresiasi langkah Menteri Imipas Agus Andrianto terkait remisi berbasis pembinaan tanpa diskriminasi

Agustus 19, 2026
Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?
Default

Hirudoterapi: Metode Kuno yang Kini Kembali Dilirik, Aman atau Berbahaya?

Agustus 15, 2026
Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73
Default

Pasca Demo Penambang, Gubernur Babel Pastikan Harga Timah Rp200 Ribu per Kg Sn 73

Agustus 9, 2026
Default

Perhimpunan Guru Minta Pemerintah Keluarkan Anggaran MBG dari Pendidikan di APBN 2027

Juli 31, 2026
PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran
BUMN

PB IKA BEM Nusantara Konkretkan Swasembada Pangan Prabowo-Gibran

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

KPK Ungkap Jalur Mandiri Jadi Ladang Korupsi: 73 Kursi Unsoed “Dijual”, Tarifnya Rp50-500 Juta

Menteri P2MI Beberkan Modus Jebakan PMI di Balik Gaji Fantastis: Ini Langkah Nyata Pengawasan

Polda Metro Hadirkan Layanan SIM Gratis hingga Servis Motor untuk Ribuan Ojol di Kopdar Kebangsaan

Wapres Gibran Gendong Bayi Korban Gempa di Flores, Janji Bantu Biaya Kuliah Hingga Selesai

Desil Difokuskan untuk Subsidi BBM Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Sensus Ekonomi Rampung

Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat, Minta Pengiriman Bantuan Karhutla Kalteng Dipercepat

TERPOPULER

KPK Ungkap Jalur Mandiri Jadi Ladang Korupsi: 73 Kursi Unsoed “Dijual”, Tarifnya Rp50-500 Juta

Menteri P2MI Beberkan Modus Jebakan PMI di Balik Gaji Fantastis: Ini Langkah Nyata Pengawasan

Polda Metro Hadirkan Layanan SIM Gratis hingga Servis Motor untuk Ribuan Ojol di Kopdar Kebangsaan

Wapres Gibran Gendong Bayi Korban Gempa di Flores, Janji Bantu Biaya Kuliah Hingga Selesai

Desil Difokuskan untuk Subsidi BBM Bakal Dikaji Ulang, Pemerintah Tunggu Sensus Ekonomi Rampung

Momen Prabowo Telepon di Tengah Rapat, Minta Pengiriman Bantuan Karhutla Kalteng Dipercepat

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved