Kalabahi,-. Bertempat di Aula Kopdit Tribuana Kalabahi, Senin 29 Mei 2023 acara seminar dalam rangka pengembangan UMKM di kabupaten Alor sukses diselenggarakan dengan menghadirkan 200 lebih peserta dari kalangan mahasiswa juga pelaku UMKM. Acara ini terselenggara atas kerja sama antara Bank Indonesia perwakilan NTT dengan mitra Kerja Komisi XI DPR RI.
Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Daerah, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Alor, Harun Al Rasyid Miran, MM mengemukakan momentum sosialisasi dan seminar dari BI dan anggota DPR RI, Ahmad Yohan menjadi momen yang luar biasa. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan oleh peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa dan pelaku UMKM karena jarang terjadi seperti ini.
“Bapak Ahmad Yohan sudah banyak membantu masyarakat di Kabupaten Alor. Ada bantu Rumah ibadah, bantuan perumahan, ada juga untuk UMKM. Bapak Ahmad Yohan adalah anggota DPR RI yang punya hati yang tulus dalam mengurus masyarakat Alor”, ujar Rasyid.
Dalam sambutan pembukaan acara seminar UMKM yang diselenggarakan atas kerjasama Bank Indonesia dan Anggota DPR RI Komisi XI, Pimpinan BI perwakilan provinsi NTT, Donny Heathbun mengatakan Anggota DPR RI dari komisi XI, Ahmad Yohan adalah mitra strategis BI dalam rangka mendorong pengembangan UMKM di NTT khususnya di Kabupaten Alor.
“Kami bersama mitra kerja punya kepedulian untuk mendorong UMKM untuk bisa naik kelas. UMKM merupakan tiang dari negara ini. Usaha yang dilakukan pelaku UMKM merupakan sumbangsih kepada negara karena UMKM sebagai sektor yang menyumbangkan hampir 99% ekonomi di Indonesia”, ucap Donny.
“UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia bagi kemandirian ekonomi. Jika UMKM kita kuat otomatis ekonomi Indonesia kita juga kuat. Untuk menjadi UMKM yang tangguh perlu usaha, niat, dan dibekali pengetahuan- pengetahuan. Modal untuk UMKM bisa naik kelas adalah menambah pengetahuan”.
Pada kesempatan ini, Anggota DPR RI Komisi XI Ahmad Yohan, M.Si juga turut memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan dengan resmi. Dalam sambutannya Ahmad Yohan, M.Si mengatakan, Provinsi NTT punya potensi yang lebih baik dan luar biasa dari propinsi lainnya. Namun kita belum kelola secara baik komoditi-komoditi yang ada di Alor antara lain, kelapa, coklat, kopi seperti di daerah-daerah lainnya. Selain itu, kita juga punya potensi pariwisata yang belum dikelola secara baik.
Sebab itu, sambung Ahmad Yohan, kita berharap dengan kehadiran BI bisa memberikan semangat dan mendorong kita untuk mengembangkan potensi yang kita punya.
“Jadi tidak bisa kita bangun Alor dengan potensi di Jawa, tapi harus potensi yang ada di Alor”, sebut Ahmad Yohan yang biasa di sapa AYO.
Semua potensi seperti, tenun, pertanian, peternakan harus kita kembangkan serta harus diawasi oleh pemerintah setempat. “Jangan terima uangnya lalu kelompoknya bubar. Mau berapapun jumlah uang yang kita bantu terus tidak kembangkan potensi yang ada, maka kita akan terus miskin”, ujarnya.
Karena itu kata Yohan, dengan bantuan dana dari BI kepada kelompok-kelompok usaha kita harap dapat dikelola dengan baik dan berkembang. Sambung anggota DPR RI dari F PAN ini.
Seminar ini diisi oleh 2 orang pemateri. Abdul Syukur Oumo, M.Sos, Tenaga Ahli Komisi XI DPR RI hadir sebagai pembicara pertama yang mendorong para mahasiswa agar harus lebih produktif di masa-masa muda mereka.
“Kita harus contohi anak-anak muda di Manggarai Barat yang sukses dengan tanaman hidroponik sehingga dibantu Bank Indonesia perwakilan NTT, tidak boleh hidup terus di siklus yang sama, harus berani keluar untuk mandiri”, sambung Syukur.
Syukur juga menambahkan, agar peserta yang nantinya akan dibantu UMKMnya oleh Bank Indonesia harus serius mengembangkan usahanya agar tumbuh dan berdaya saing dengan daerah lain.
Pemateri kedua yakni perwakilan Bank Indonesia Perwakilan NTT, Bapak Aji Baskoro. Dengan menampilkan power point, Aji menjelaskan secara rinci persyaratan untuk pengajuan Proposal UMKM juga cara agar UMKM bertumbuh dan berkembang dengan baik.

