
Jakarta – Sekelompok pemuda mengatasnamakan Jatim Progress melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) pada Rabu (14/6/2023).
Mereka menuntut KPK segera tuntaskan kasus korupsi dana hibah Provinsi Jawa Timur yang dinilai banyak melibatkan pejabat-pejabat di lingkungan pemprov jatim.
Menurut Imamul Khair, selaku koordinator aksi tersebut menduga bahwa kasus korupsi dana hibah jawa timur tidak hanya ada satu tersangka, ada dugaan aliran dana kasus korupsi dana hibah tersebut ke Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Timur, Mohammad Yasin.
“Kami minta KPK terus kembangkan kasus korupsi dana hibah ini. Tidak hanya banyak terduga tersangka dari anggota DPRD Jatim. KPK harus juga menyelidiki aliran dana dari kasus korupsi dana hibah itu ke jajaran pejabat di lingkungan pemprov jatim,” kata Imam dalam orasinya di depan gedung KPK.
“KPK berani tetapkan tersangka terhadap wakil DPRD Jatim, harusnya juga berani menyelidiki dan mentersangkakan pejabat utama pemprov jatim, seperti Gubernur Khofifah dan Kepala Bappeda Jatim Mohammad Yasin yang diduga kuat juga terlibat dalam kongkalikong korupsi dana hibah,” tegas Imam.
Imam juga meminta KPK tidak pandang bulu dalam mengusut kasus korupsi dana hibah di Jawa Timur, karena menurutnya banyak pejabat utama yang diduga terlibat namun belum disentuh KPK.
“Kami tegaskan, KPK tidak boleh takut. Tidak boleh pandang bulu. Segera tersangkakan koruptor dana hibah jatim. Terutama Gubernur Khofifah dan Kepala Bappeda Jatim yang pastinya banyak mengetahui persoalan dana hibah ini. KPK tidak boleh takut,” lanjut Imam.
Imam mengancam bahwa Jatim Progress akan melakukan aksi demonstrasi di depan gedung KPK setiap minggu, sampai KPK memberikan atensi khusus kepada pejabat di Pemprov Jatim terkait dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi dana hibah.
“Kami pastikan setiap minggu akan melakukan aksi demonstrasi di depan gedung KPK ini. Sampai KPK melanjutkan pengusutan kasus korupsi dana hibah dan mentersangkakan semua mafia-mafia di lingkungan pemprov jatim,” pungkas Imam.
