Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pengamat: Kasus Asusila yang Menjerat Apriyadi itu mungkin Susah untuk Diproses Hukum Namun Sanksi Sosial Melekat pada Dirinya

by Visioner Indonesia
Juni 18, 2024
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
110
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengamat politik dari Lembaga Survei Stratak Indonesia, Octarina Soebardjo, pesimistis akan ada partai yang mengusung Apriyadi Mahmud di Pilbup Musi Banyuasin.

Hal itu disampaikan Octaria lantaran kasus video perselingkuhan Apriyadi yang sampai saat ini masih menjadi perbincangan publik.

“Partai mana yang berani menyatakan sikap dukungan kepada orang yang terjerat masalah asusila, saya pikir semua partai akan mengkalkulasi secara matang akan keputusan untuk mendukung calon kepala daerah,” kata Octaria dalam keterangannya, Selasa (18/6/2024).

“Kasus asusila yang menjerat Apriyadi itu mungkin susah untuk diproses hukum namun sanksi sosial melekat pada dirinya. Calon kepala daerah yang diperbincangkan negatif oleh masyarakat akan dijauhi oleh partai, logika sederhananya begitu,” imbuhnya.

Octaria menilai elektabilitas Apriyadi akan terus tergerus apabila kasusnya itu masih menjadi perbincangan publik hingga masa kampanye. Menurutnya, hal itu yang akan menjadi pertimbangan berat partai untuk mengusungnya.

“Kalau kasus video perselingkuhannya terus diperbincangkan oleh warga sehingga terbentuk opini negatih yang melekat tentang Apriyadi. Saya pikir partai tidak akan berani mengusungnya karena sangat membahayakan terhadap nama baik partai,” jelasnya.

Bahkan, Octaria tidak yakin Golkar yang selama ini dinilai punya hubungan baik dengan Apriyadi akan menjadi pengusung apalagi partai PKS yang memang partai islam anti perselingkuhan.

“Golkar belum ada keputusan final soal dukungan ke Apriyadi sekalipun selama ini sangat dekat. Kalau PKS tentu jelas, saya yakin, tidak akan mendukung . Soalnya PKS adalah partai islam yang tidak mungkin mentoleransi perselingkuhan,” ucapnya.

“Saya kira Apriyadi bisa gagal berlayar di Pilkada nanti lantaran tak dapat perahu alias tidak ada partai yang mendukung dirinya,” pungkas Octaria.

Sementara ini, ada dua nama bursa nama calon yang digadang-gadang akan bertarung pada Pilkada 2024 di Kabupaten Musi Banyuasin yaitu Apriyadi Mahmud dan Lucianty.

Lucianty sudah mendapat rekom dari PPP, PKN, Nasdem, Hanura, PKB, PAN dan PDI Perjuangan. Sedangkan Apriyadi belum mendapat rekom dari partai manapun.

Previous Post

Dinilai Rusak Lingkungan, Aktivis Bakar Ban di Depan KLHK Minta Usir PT Gorby Putra Utama dari Muratara

Next Post

Biang Kemacetan, Aktivis Minta APH Tindak Tegas Dugaan Galian Tanah Ilegal di Curugbitung

Related Posts

Default

INDONESIA JADI KIBLAT PEMASYARAKATAN DUNIA: PEMUDA MUSLIMIN JAKARTA UTARA NYATAKAN DUKUNGAN PENUH ATAS TRANSFORMASI SISTEM PEMULIHAN BERBASIS BUDAYA

April 20, 2026
Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung
Default

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

April 19, 2026
Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026
Default

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

April 16, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

April 12, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Singojuruh Perkuat Konsolidasi dan Semangat Kader Golkar

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

TERPOPULER

Tantangan Kemenkes: 1 Juta Anak Belum Imunisasi

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

Simak Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian 24 April 2026

Harga Emas Termurah dalam Hampir 3 Minggu, Jual atau Beli?

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved