Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Banjir Sumatra dan Mega Skandal Morowali: Puncak Distorsi Tata Kelola Negara, dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed.: “Di Jepang, Pejabat Terkait Mundur”

by Visioner Indonesia
Desember 7, 2025
in Default
Reading Time: 2min read
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, 7 Desember 2025 — Banjir bandang yang meluluhlantakkan Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, serta terkuaknya “negara dalam negara” di kawasan industri Morowali, menjadi titik kulminasi kerusakan tata kelola Indonesia, puncak kotak pandora negeri ini. Menurut dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., Presiden Kawulo Alit Indonesia, kedua peristiwa ini adalah “fenotipe dari robeknya kedaulatan negara dan runtuhnya ekologi akibat pembiaran ilegal mining, ilegal logging, dan ilegal sawit selama puluhan tahun.

Negeri ini memang rawan bencana dan ada cuaca ekstrem itu nyata. Namun akar masalahnya adalah “titik nadir” kerusakan lingkungan yang dibiarkan bertahun-tahun. Inilah yang membuat banjir bandang Sumatra kali ini lebih parah dari tragedi tsunami Aceh 2004,” ujar dokter ahli imunologi lulusan FK Unibraw dan FKUI tersebut.

*Mega Skandal Morowali: Luka Terbuka Kedaulatan Negara*dr. Ali juga menyoroti keberadaan Bandara PT IMIP di Morowali yang beroperasi tanpa kendali aparat negara. “Lalu-lalang warga asing dan barang yang keluar-masuk seolah bebas tanpa batas tidak ada otoritas. Ini tamparan keras bagi kedaulatan Republik Indonesia,” tegasnya. Ia menilai situasi ini mengindikasikan adanya “mega skandal ilegal mining” yang melibatkan jaringan luas di berbagai daerah dan asing.*“Di Jepang, Pejabatnya Sudah Mundur — Bahkan Harakiri”.

Menanggapi minimnya akuntabilitas pejabat publik di Indonesia, dr. Ali memberikan perbandingan keras. “Di Jepang, pejabat terkait bencana atau mega skandal seperti ini segera mengundurkan diri tanpa diminta bahkan ada yang memilih harakiri. Di Indonesia, jawaban yang muncul hanya ‘itu hak prerogatif Presiden’ atau ‘yang bisa memberhentikan saya hanya Presiden’. Padahal rakyat sudah kehilangan segalanya,. Bahkan kedaulatan negara robek secara terbuka” ujarnya.

Rakyat Luluh Lantak: Momentum Presiden Bertindak,Menurutnya, jutaan warga kehilangan harta benda dan dokumen keluarga, serta ribuan nyawa melayang di Sumatra. Kondisi ini merupakan momentum enas bagi Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengambil alih penuh penanganan bencana, sekaligus melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan lingkungan.Tidak boleh ada yang kebal hukum. Tangkap dan adili perusahaan, pengusaha, maupun pejabat yang terlibat jaringan ilegal logging, ilegal mining, dan ilegal sawit. Termasuk kasus mega skandal Morowali,” tegas mantan Pembantu Rektor Universitas Darul Ulum Jombang itu.

Desakan: Pejabat Terkait Mundur dan Bertanggung Jawab dr. Ali meminta para menteri kabinet merah putih yang membidangi kehutanan, pertambangan, perkebunan, dan lingkungan hidup untuk:

1. Meminta maaf secara terbuka ke rakyat dan bangsa Indonesja

.2. Mengundurkan diri dari jabatan.

3. Mempertanggungjawabkan kelalaian di hadapan hukum.Ia juga mendesak Polri, Kejaksaan, dan KPK untuk segera menangkap semua pihak yang terlibat.

Ini kasat mata, atau kata orang Jawa welo-welo. Tidak boleh tebang pilih, tak boleh pandang bulu. Siapapun juga, apakah mereka bintang dua, bintang tiga, atau berbintang-bintang, segera tangkap dan hukum seberat-beratnya,” pungkas mantan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarot PBNU tersebut.(*)

Previous Post

Ketua Pemuda Aceh-Jakarta Wanda Assyura Perjuangkan Bantuan Menjangkau Seluruh Titik Terdampak

Next Post

Korlantas Layak Dipimpin Jenderal Bintang Tiga: Tuntutan Publik untuk Reformasi Lalu Lintas Nasional

Related Posts

Default

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Juni 10, 2026
Default

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Juni 10, 2026
Default

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Juni 6, 2026
Default

Muncar

Juni 5, 2026
Default

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Mei 25, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

TERPOPULER

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved