Warning: Attempt to read property "child" on null in /home/anandapu/visioner.id/wp-content/themes/jnews/class/ContentTag.php on line 45
Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

“Pembangunan Pasar modern di Kabupaten Alor. Antara Kepentingan Rakyat Atau kepentingan bisnis Pribadi”. Oleh Rajab Bura (Ketua Umum HMI Cabang Alor)

by Visioner Indonesia
Desember 17, 2025
in Default
Reading Time: 3min read
0
SHARES
259
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Program pemerintah yang ditetapkan seharusnya memiliki makna positif, terutama bagi masyarakat yang terdampak langsung, meskipun masyarakat tidak selalu terlibat dalam proses perumusannya.

Kebijakan dalam pelaksanaan program pemerintah tentunya harus dirasakan oleh masyarakat sebab kebijakan yang positif nantinya akan meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Sebaliknya, ketika program yang di lakukan tidak berpihak pada kepentingan rakyat justru berpotensi menimbulkan ketidakpuasan, konflik sosial, serta menurunnya kepercayaan pemerintah di mata masyarkat.

Dalam perumusan program pemerintah, seharusnya yang menjadi dasar utama adalah kepentingan dan kebaikan bersama, bukan kepentingan pribadi ataupun segelintir orang. apalagi itu dilandasi oleh keserakahan. Mengingat setiap program pemerintah sangat menentukan arah pemerintah Kabupaten Alor.

Himpunan Mahasiswa Islam HMI Cabang Alor sebagai organisasi kemahasiswaan yang memiliki peran control, terpanggil untuk mengawasi proses jalannya setiap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Alor. Persoalan benar dan salah dalam setiap pelaksanaan program oleh Pemerintah Dalam konteks pembagunan, haruslah berorientasi pada keadilan, kemanusiaan, dan kesejahteraan bersama, bukan sekadar sebagai alat legitimasi kekuasaan.

Namun persoalan yang muncul adalah, apakah benar program pembangunan oleh pemerintah kabupaten Alor dibawah kepemimpinan Bupati Iskandar Lakamau dan Wakil Bupati Rocky Winaryo. Sudah menjamin kesejahteraan yang adil terhadap masyarakat Kabupaten Alor.?

Ironisnya laju pertumbuhan yang selama ini kita dambakan gagal mengatasi kebutuhan masyarakat, justru tingkat ketimpangan semakin meningkat. Ketimpangan pembangunan ini secara langsung mengancam stabilitas ekonomi masyarakat. Kekhawatiran ini tentunya tidak beralasan jika di cermati program pembangunan Indomaret dan Alfamart.

Di satu sisi, keberadaan minimarket modern dapat mempermudah masyarakat membeli produk, membuka lowongan kerja bagi tenaga lokal serta meningkatkan perputaran ekonomi daerah. Namun pembagunan pasar modern indomaret dan Alfamart, alih-alih menjadi program pemerintah justru terindikasi ada kepentingan Wakil Bupati yang menggunakan fasilitas kekuasaannya untuk pengembangan bisnis pribadi. Pembangunannya juga dilakukan di atas tanah pribadi, Mengunakan fasilitas pribadi, degan dalih peningkatan PAD. Bukan hanya pasar modern, ditengarai pabrik porang juga di buka di atas tanah milik orang tua kandung wakil Bupati Alor

Untuk mencegah konflik sosial dan kesalahpahaman, komunikasi politik antara pemerintah dan masyarakat harus dibangun secara terbuka dan transparan. Pemerintah perlu memberikan penjelasan resmi kepada seluruh elemen masyarakat mengenai arah pembangunan dan setiap program strategis daerah.

Daerah ini sudah cukup lama terperosok dalam berbagai persoalan: ketidakpastian hukum, program pemerintah yang tidak selaras dengan visi-misi kampanye, dan lemahnya koordinasi pembangunan.

Sudah saatnya kembali pada jalur pembangunan yang seirama dengan program pemerintah pusat, provinsi, serta tetap kokoh berpijak pada hukum dan kepentingan rakyat marginal.

Dengan visi besar “Terwujudnya Masyarakat yang Aman, Damai, Sejahtera, Berkualitas, Demokratis, Maju, dan Berkelanjutan”, keduanya datang dengan lima misi pembangunan yang cukup ambisius: memperkuat ketahanan sosial, membangun ekonomi berdaya saing, meningkatkan kualitas SDM, memperbaiki akses transportasi dan informasi, serta menciptakan pemerintahan daerah yang efektif dan bebas KKN.

Namun pembangunan tidak cukup dengan visi besar, tetapi memerlukan keberanian mengambil keputusan yang tepat, konsistensi, dan keberpihakan pada rakyat yang paling membutuhkan.

Sebagai Civil Society Kader HMI dituntut untuk mengawasi proses jalannya pemerintahan dan arah pembangunan agar berjalan sebagaimana mestinya. Bukan memanfaatkan peluang kekuasan ini untuk kepentingan mereka sendiri. Proses pembangunan haruslah menjamin bahwa keadilan sosial menjadi domain rakyat secara keseluruhan..

*Admin

Previous Post

Mendagri Minta Urus Dokumen Hilang Korban Banjir Sumatra Gratis

Next Post

Bantuan UEA untuk Korban Banjir Disalurkan lewat Muhammadiyah,
Jadi Contoh yang Terkendali

Related Posts

Default

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Juni 10, 2026
Default

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Juni 10, 2026
Default

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Juni 6, 2026
Default

Muncar

Juni 5, 2026
Default

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Mei 25, 2026
Default

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Mei 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

TERPOPULER

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

Dugaan Pemalsuan Surat Tanah di Kencana, Ahli Waris Tempuh Jalur Hukum

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Visioner Indonesia: Dr. Herman Layak Melanjutkan Kepemimpinan Sebagai Rektor Definitif UHO

Pemuda Muslimin Indonesia Jakarta Utara Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto Jaga Integritas Lembaga

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved