Jakarta – Kepolisian telah memeriksa dua orang saksi terkait tindakan aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/6/2026) malam lalu.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edison Isir mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk melakukan pendalaman. Kedua saksi tersebut diduga berada di lokasi saat kejadian berlangsung.
“Sejauh ini, para saksi masih dalam proses pendalaman dalam bentuk wawancara. Terdata ada dua. Mungkin nanti akan dia berkembang, karena ini masih awal,” kata Edison kepada wartawan, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Secara paralel, Polisi juga tengah mengumpulkan berbagai alak bukti digital, termasuk pemeriksaan CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian perkara.
Saksi yang diperiksa adalah orang yang bersama korban usai kejadian.
Dia mengaku kasus tersebut juga telah mendapat atensi khusus oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia memastikan aparat akan mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan.
“Saksi yang di-interview yang bersama-sama dengan pihak korban, yang menolong korban. Ini lagi ada pendalaman juga saksi-saksi kalau yang ada di sekitar TKP,” kata dia.
“Kita akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia. Tentunya nanti kita akan tetap ada dalam prosedur atau koridor.”
Peristiwa itu bermula saat korban tengah mengendarai sepeda motor di lokasi kejadian. Tiba-tiba, korban diduga disiram cairan oleh orang tak dikenal dari arah depan.
Usai kejadian, korban sempat meminta bantuan rekannya berinisial RFA (30) untuk dibawa ke rumah sakit. Korban kemudian diantar ke IGD RSCM untuk mendapatkan perawatan medis.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta mata kanan. Saat ini korban masih menjalani perawatan.
