Jakarta, IndonesiaVisioner-. Dengan adanya rencana demo besar-besaran yang dilakykan senin besok soal adanya trasportasi online. Pemerintah dinilai perlu turut membangun dan mengembangkan layanan transportasi berbasis teknologi informasi mengingat perkembangan teknologi yang cepat. Hal itu diungkapkan pengamat transportasi Djoko Setijawarno di Jakarta, Sabtu (19/3), Djoko mengungkapkan, terobosan tersebut harus segera dilakukan secara resmi oleh pemerintah mengingat sudah banyaknya layanan transportasi online yang ada di Indonesia. Fenomena hadirnya layanan taxi berplat hitam GrabCar dan Uber, serta ojek online GrabBike dan Gojek juga harus diikuti oleh pemerintah. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi masalah yang kerap muncul dari layanan transportasi online tersebut. “Sekarang bagaimana agar dapat mewujudkan transportasi umum yang layanannya berbasis IT, sehingga pengguna jasa bisa mendapat kemudahan dan transaksi yang transparan,” tegas Djoko.
Dengan layanan transportasi online, dapat meningkatkan kemudahan dalam mengakses transportasi umum ketimbang metode konvensional. Untuk melaksanakan itu, pemerintah tidak perlu menciptakan suatu layanan transportasi baru, melainkan dengan memfasilitasi transportasi yang sudah ada dengan teknologi informasi.
“Pemerintah dapat memfasilitasi pengusaha transportasi umum yang ada untuk percepatan IT dalam operasilayanan terhadap pengguna jasa transportasi umum,” terang joko. (MR. Vis)






