Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Split Tak Menarik, KKKS Enggan Eksplorasi Migas

by Aulia Rachman Siregar
Mei 31, 2016
in Ekonomi, Nasional
Reading Time: 2min read
Split Tak Menarik, KKKS Enggan Eksplorasi Migas

Aktifitas pengeboran minyak di Indonesia

0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Aktifitas pengeboran minyak di Indonesia
Aktifitas pengeboran minyak di Indonesia

Visioner.id, Jakarta: Split (pembagian hasil kerja) antara pemerintah dengan Kontraktor Kerjasama (KKKS) dalam pengembangan suatu wilayah kerja (WK) migas dirasa masih belum menarik. Di antaranta PT MedcoEnergi Internasional Tbk (MEDC). Lantaran split yang tak menarik itu pulalah KKKS enggan melakukan eksplorasi.
Komisaris Utama MedcoEnergi Muhammad Lutfi mengatakan perlu perbaikan-perbaikan untuk menggairahkan sektor migas kembali. Dengan perbaikan insentif bisa menarik minat KKKS kembali untuk melakukan eksplorasi WK migas di Indonesia.

“Itu baik (perbaikan insentif), memang harus ada perbaikan-perbaikan insentif tersebut. Jadi kan kalau kita lihat split, Indonesia ini split-nya paling tinggi di dunia. Jadi mungkin harus diperbaiki strukturnya,” kata Lutfi, Selasa (31/5/2016).

Lutfi menjelaskan, apabila pemerintah masih terus menginginkan bagian yang lebih besar, artinya tidak akan menjalankan fungsi industri migas sebagai penggerak ekonomi. Menurutnya, jika pemerintah menurunkan porsinya maka akan sedikit menggairahkan KKKS untuk eksplorasi dan menciptakan multiplier efek serta nilai tambah.

“Itu tadi fungsi dari migas bukan lagi untuk pendapatan tapi pencitraan nilai tambah baru. Ini (split diubah) pasti akan lebih penting ke depannya. Pasti nanti jalan (eksplorasinya),” ujar Lutfi.

Mantan Menteri Perdagangan ini mencontohkan split gas sebesar 75-25 persen untuk blok A Aceh yang menurutnya terlalu tinggi. Bila split-nya menjadi 50-50, maka akan menciptakan multiplier efek pembangunan industri.

“Saya bilangnya begini, gas ini kan split-nya 75-25 (persen) untuk blok A Aceh. Saya rasa kalau itu bisa diturunkan 50-50 multiplier effect untuk pembangunan industri di Indonesia kan maju,” pungkas Lutfi.

Sementara dari pihak pemerintah, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Ditjen Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Djoko Siswanto mengatakan pemerintah telah mengubah skema split menjadi lebih menarik. Pemerintah memberikan kesempatan bagi calon investor untuk mengajukan penawaran bagi hasil (open bid split) blok yang dilelangkan.

Menurutnya, split itu tergantung dari kondisi blok yang akan digarap. Apabila bloknya termasuk dalam blok sulit, maka bagian untuk pemerintah akan semakin rendah. Sehingga ini menjadi siasat pemerintah dalam menggaet investor.

Kendati demikian, tambah Djoko, di tengah kondisi harga minyak dunia yang tak lagi bersahabat, KKKS pasti akan mengeluarkan dana yang super besar dalam mengelola suatu blok. Maka dari itu, tawaran skema lelang ini ditawarkan lebih menarik. (mkr)

Previous Post

Rizal Ramli Minta PT PLN Hati-Hati dengan Produk Tiongkok

Next Post

Tujuh Perusahaan Siap Lempar Saham di BEI 2016

Related Posts

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono
Daerah

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

April 15, 2026
Harga Emas Antam Menguat Tipis pada Perdagangan Sabtu
BUMN

Harga Emas Antam Menguat Tipis pada Perdagangan Sabtu

April 11, 2026
Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’
Nasional

Seskab Teddy Soroti Fenomena ‘ Inflasi Pengamat’

April 11, 2026
Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal
Nasional

Dianggap Berjarak dengan Pemerintah, Ombudsman akan Benahi Internal

April 11, 2026
Timur Tengah Kembali Panas, Rupiah & Mata Uang Asia Lemas
Ekonomi

Rupiah Masih Melemah, Tertekan Harga Minyak dan Isu Fiskal

April 11, 2026
Kata Istana Soal Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih
Nasional

Kata Istana Soal Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

TERPOPULER

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

Menjaga Marwah Ibadah: Pemuda Muslimin Jakarta Utara mendukung usulan Kemenimipas Percepatan Satgas Haji Non-Prosedural

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Golkar Purwoharjo Perkuat Konsolidasi dan Arah Strategi Pemenangan

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved