
Majalengka, (Visioner),- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Senin (7/4/2025), sebagai wujud komitmennya terhadap ketahanan pangan nasional. Kegiatan di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, ini menjadi bagian dari panen serentak di 14 provinsi dan 157 kabupaten/kota. Prabowo tiba dengan Helikopter Caracal TNI AU, menegaskan pendekatan langsung untuk mendukung swasembada pangan.
Panen raya ini bukan hanya seremoni, tetapi juga simbol keberhasilan musim tanam yang diharapkan meningkatkan produktivitas pertanian. Prabowo, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menggunakan combine harvester untuk memanen padi di lahan seluas empat hektare. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang telah berada di lokasi sejak 6 April, memastikan kelancaran acara tersebut.
Di tengah antusiasme petani, masyarakat melihat kunjungan ini sebagai harapan baru bagi sektor pertanian. Prabowo juga memberikan arahan kepada Perum Bulog untuk mempercepat penyerapan hasil panen, dengan target 3 juta ton beras hingga akhir April. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas stok menjelang Idulfitri yang semakin dekat.
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menilai panen raya sebagai langkah strategis. “Kehadiran Presiden di lapangan menunjukkan perhatian serius terhadap petani,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan petani adalah inti dari ketahanan pangan nasional.
Gagas Nusantara juga memuji arahan Prabowo kepada Bulog. “Penyerapan hasil panen yang cepat akan memastikan petani tidak rugi dan stok pangan aman,” katanya. Ia melihat langkah ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan janji swasembada pangan yang digaungkan sejak kampanye.
Namun, Romadhon mengingatkan adanya tantangan besar. “Cuaca ekstrem dan irigasi yang kurang memadai masih jadi hambatan,” ungkapnya. Ia menyarankan pemerintah memperkuat infrastruktur pertanian agar panen berkelanjutan, bukan hanya musiman.
Menurut Romadhon, dialog virtual Prabowo dengan petani dari 14 provinsi adalah terobosan. “Ini membuka ruang bagi petani untuk didengar langsung,” tuturnya. Ia berharap masukan dari dialog ini menjadi dasar kebijakan yang lebih inklusif.
Petani lokal seperti Slamet Hidayat menyambut baik kehadiran Presiden. “Kami harap Bulog beli hasil panen dengan harga wajar,” ujarnya. Aspirasi ini mencerminkan kebutuhan akan sistem distribusi yang mendukung petani dan masyarakat secara keseluruhan.
Bulog diharapkan tak hanya menyerap hasil panen, tetapi juga menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar. Masyarakat menantikan implementasi nyata dari arahan Prabowo, termasuk dukungan untuk program makan gratis yang menjadi salah satu janji besarnya.
Usai acara, Prabowo kembali ke Jakarta pada sore hari, dilepas oleh pejabat seperti Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Panen raya ini menjadi bukti awal bahwa ketahanan pangan tetap jadi prioritas, dengan kolaborasi petani sebagai fondasi utama.





