Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pemerintah Targetkan Tanpa Impor Gula dan Garam Konsumsi, Publik Dukung Langkah Swasembada

by Visioner Indonesia
Juli 29, 2025
in Ekonomi
Reading Time: 2min read
0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian menegaskan tekad untuk menghentikan impor dua komoditas pangan strategis, yakni gula dan garam konsumsi, pada tahun 2025. Langkah ini sejalan dengan visi besar swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto sebagai prioritas utama sektor pertanian nasional.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menyampaikan komitmen tersebut dalam sambutannya di acara pembukaan pameran teknologi pertanian di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025). Ia juga menyebut bahwa pemerintah menargetkan penghentian impor untuk komoditas lain seperti beras dan jagung di tahun yang sama.

“Kami percaya dapat mencapai swasembada, dan kami tidak perlu impor lagi tahun ini,” tegas Sudaryono. Ia menjelaskan bahwa kebijakan ini difokuskan pada kebutuhan konsumsi rumah tangga, bukan untuk sektor industri, agar ketahanan pangan nasional dapat diperkuat dari sisi produksi dalam negeri.

Langkah tersebut mendapat dukungan dari Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, yang menilai target pemerintah bukan sekadar simbol politik, melainkan bentuk keberanian mengambil tanggung jawab atas kedaulatan pangan. “Kebijakan ini menandai era baru pengelolaan pangan nasional. Pemerintah sedang membuktikan bahwa Indonesia mampu mandiri secara pangan tanpa bergantung pada pasar luar,” ujar Romadhon.

Untuk mendukung swasembada beras, Sudaryono menjelaskan bahwa cadangan nasional telah mencapai 4,5 juta ton, yang diserap oleh Perum Bulog dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram. Penyerapan tersebut dilakukan tanpa melihat kualitas gabah, untuk menjaga kesinambungan pasokan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Meskipun sempat ada wacana impor gula pada awal 2025 akibat lonjakan harga, pemerintah memilih untuk mengelola situasi dengan cadangan yang dimiliki sambil menunggu panen raya. Badan Pangan Nasional menyebut bahwa kebutuhan konsumsi gula nasional mencapai 250 ribu ton, dan stok diperkirakan masih cukup untuk beberapa bulan ke depan.

Romadhon Jasn menambahkan bahwa mengandalkan produksi dalam negeri akan memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi gejolak pangan global. “Impor hanya solusi jangka pendek. Yang dibutuhkan bangsa ini adalah konsistensi dan keberanian dalam mengembangkan kemandirian sektor pertanian dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, sebelumnya menegaskan bahwa swasembada pangan didefinisikan sebagai kontribusi produksi dalam negeri minimal 90% dari total kebutuhan. Tahun lalu, Indonesia masih mengimpor sekitar 700 ribu ton gula, namun tren tahun ini menunjukkan arah yang lebih optimistis.

Romadhon juga mendorong agar kebijakan ini diikuti dengan investasi besar dalam infrastruktur pangan dan pendampingan petani. “Program tanpa impor ini harus disertai langkah sistematis: dari distribusi pupuk, penguatan koperasi, hingga jaminan harga jual petani. Itulah fondasi swasembada yang berkelanjutan,” tutupnya.

Previous Post

Aktivis Dukung Imbauan Dasco untuk Evaluasi Total Program MBG

Next Post

Dugaan Penggelapan UKT di Universitas Wiraraja, Menuai kritik keras dari salah satu Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiraraja

Related Posts

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil
BUMN

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Juli 21, 2026
118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor
Ekonomi

118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor

Juli 18, 2026
BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan
Ekonomi

BS OJK Diminta Kawal Tuntas Kasus Rekening Judol, Publik: Ini Uji Kredibilitas Pengawasan

Juli 15, 2026
PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan
Ekonomi

PMI Cianjur Korban TPPO di Libya Dipulangkan, Menteri Mukhtarudin: Sinergi Kunci Keberhasilan

Juli 13, 2026
Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat
Ekonomi

Perdebatan Data PMI Ilegal di Cianjur, Menteri Mukhtarudin Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Juli 10, 2026
OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang
Ekonomi

OJK Tuntaskan Penyidikan Kasus Dugaan Pidana di BPR Malang

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

TERPOPULER

Dasco: Komisi II Serap Aspirasi Parpol Nonparlemen di Masa Reses, Cegah JR Berulang

Polri Selidiki Dugaan Penculikan Atlet Golf, JAN Minta Publik Tenang dan Percaya Proses Hukum

Mengawal Keadilan Energi: Penertiban BBM Subsidi Demi Perlindungan Rakyat Kecil

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved