Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Jawab Kritik Aktivis, JNPM Sebut Target Ribuan PMI Mukhtarudin Sebagai Transformasi Martabat

by Visioner Indonesia
Maret 14, 2026
in Ekonomi
Reading Time: 3min read
Jawab Kritik Aktivis, JNPM Sebut Target Ribuan PMI Mukhtarudin Sebagai Transformasi Martabat
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

VISIONER – Di ruang keberangkatan internasional, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Drs. Mukhtarudin mungkin bisa tersenyum lebar saat melepas ratusan pekerja formal ke luar negeri. Namun, di balik seremonial tersebut, riak ketidakpuasan mulai bermunculan dari berbagai sudut meja aktivis dan akademisi yang mencermati setiap langkah strategis kementerian baru ini dalam menata masa depan pahlawan devisa.

Direktur Eksekutif Migrant Care, Wahyu Susilo, secara terbuka menyoroti ambisi kementerian yang menargetkan penempatan 500.000 pekerja migran terampil pada 2026. Wahyu menilai pemerintah terjebak dalam “fetish angka” yang berisiko mengabaikan kualitas pelindungan di lapangan. “Target besar tanpa penguatan pengawasan di hulu hanya akan memperluas celah eksploitasi baru,” tegasnya dalam berbagai kesempatan menanggapi visi kementerian pekan ini.

Tak hanya itu, aktivis senior seperti Anis Hidayah juga memberikan catatan kritis mengenai skema KUR Penempatan 6 persen yang dikhawatirkan menjadi jeratan utang baru bagi pekerja. Kritik ini muncul karena kekhawatiran publik bahwa kemudahan akses modal tanpa pengawasan ketat terhadap perusahaan penempatan justru akan membebani PMI secara finansial sebelum mereka mulai menghasilkan pendapatan di negeri orang.

Menanggapi ketegangan narasi tersebut, Koordinator Jaringan Nusantara Peduli Migran (JNPM), Romadhon, muncul dengan perspektif yang lebih mendalam sekaligus merespons polemik tersebut. Menurutnya, kritik dari rekan-rekan aktivis seperti Wahyu Susilo dan Anis Hidayah adalah vitamin bagi demokrasi dan keselamatan PMI yang harus disikapi secara dewasa. Namun, Romadhon juga mengajak publik untuk melihat sisi lain dari “bedah total” yang tengah dilakukan Mukhtarudin.

“Kita harus jujur, selama ini Indonesia terjebak dalam stigma pengekspor tenaga kerja murah. Apa yang dilakukan Pak Mukhtarudin dengan menggeser orientasi ke sektor ahli adalah upaya berani untuk memuliakan martabat manusia Indonesia di mata dunia,” ujar Romadhon dalam diskusi terbatas di Jakarta, Sabtu (14/3/2026). Ia menekankan bahwa lompatan ke sektor formal bukan sekadar soal gaya, melainkan strategi besar untuk memutus rantai kemiskinan struktural.

Terkait kebijakan KUR, Romadhon memberikan jawaban diplomatis yang menenangkan kegelisahan publik. Ia menyebut KUR sebagai instrumen negara untuk menghancurkan dominasi rentenir di pelosok desa yang selama ini mencekik calon PMI dengan bunga yang tidak masuk akal. “Negara hadir untuk memberikan pilihan modal yang legal dan murah. Tugas kita sekarang adalah memastikan birokrasi perbankan tidak menjadi penghalang bagi warga di daerah,” tambahnya.

Meski menjadi jembatan bagi kebijakan pemerintah, Romadhon tetap menyisipkan catatan kehati-hatian yang mendalam sebagai pengingat bagi Menteri Mukhtarudin agar tidak cepat berpuas diri. Ia memperingatkan agar kementerian tidak terlena dengan opini “Tanpa Maladministrasi” dari Ombudsman RI yang baru saja diraih. Baginya, kepuasan administratif tidak boleh melalaikan substansi pelindungan nyawa yang jauh lebih dinamis di lapangan.

Di tengah memanasnya ketegangan di wilayah Timur Tengah, Romadhon mendesak agar klaim “kondisi aman” dari kementerian harus senantiasa dibarengi dengan transparansi rencana kontinjensi yang kongkrit. “Publik perlu bukti kesigapan yang nyata, bukan sekadar rilis normatif. Rencana evakuasi dan titik kumpul darurat harus dipastikan sudah dipahami oleh setiap PMI yang berada di zona berisiko tinggi,” tegasnya mewakili keresahan keluarga pekerja.

“Kritik dari rekan-rekan aktivis adalah alarm agar Pak Menteri tidak hanya terpaku pada statistik devisa semata. Keberhasilan seorang menteri bukan diukur dari seberapa banyak ia melepas PMI dengan karpet merah, melainkan seberapa sedikit air mata yang tumpah karena kegagalan pelindungan,” tutup Koordinator JNPM tersebut. Ia mengingatkan bahwa di balik angka 500 ribu, ada nyawa dan harapan besar keluarga di pelosok Nusantara yang sedang dipertaruhkan.

Previous Post

Sambangi KPK dan Kejagung, FMTR Laporkan Pimpinan DPRD Teluk Bintuni Soal Dugaan Penyimpangan Anggaran Rp6 Miliar Rumah Jabatan

Next Post

Sentuhan Humanis Brimob NTT: Menabur Kedamaian di Balik Seragam Loreng

Related Posts

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026
Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014
Ekonomi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Mei 26, 2026
Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
Pastikan Migrasi Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Lewat Penguatan Audit Lapangan
Ekonomi

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Roni Anjari Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Jumali: Semangat Mahasiswa Harus Menjadi Pengingat bagi Negara

Dukung Direksi Baru PT Bukit Asam Tbk, Ketua INSPIRA Jakarta Pusat-Utara Oloan Gani Nyatakan Kesiapan Kolaborasi

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

TERPOPULER

Warga Soroti Mobil Dinas Pemkot Bogor yang Sering Nginep di Rusunawa Menteng Asri

Roni Anjari Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Soroti Maraknya Intervensi Ormas terhadap Perjanjian Privat di Kawasan Industri Karawang

Jumali: Semangat Mahasiswa Harus Menjadi Pengingat bagi Negara

Dukung Direksi Baru PT Bukit Asam Tbk, Ketua INSPIRA Jakarta Pusat-Utara Oloan Gani Nyatakan Kesiapan Kolaborasi

Kapolri Buka Suara Soal WA Titipan, JAN: Rakyat Sekarang Punya Alasan Percaya Polri

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved