Visioner.id Jakarta- Pembentukan Pasar Tunggal yang sering di sebut dengan masyarakat ekonomi asea (MEA) nantinya akan memungkinkan satu negara akan menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di kawasan asia tenggara. Hal ini bisa menjadi keuntungan atau bisa menjadi bencana tergantung bagaimana kesiapan dan pengelolaan kita.
Hal ini disampaikan dalam sambuatan dr. Tufan Tuarita saat dilantik menjadi direktur BAKORNAS Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) bertempat di museum Kebangkitan Nasional di Jakarta, Sabtu (30/07/ 2016).
Taufan juga menambahakan, Selain itu MEA juga mensyarkatkan adanya penghapusan aturan-aturan yang menghalangi tenaga kerja asing untuk bekerja di negeri ini. Ini menyebabkan masuknya tenaga-tenaga profesional dari luar yg nanti akan bekerja di indonesia.
HmI yang didesain menciptakan insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhai Allah Swt (Insan Cita) mestinya menyadari untuk segera merubah paradigma sekaligus mengusung orientasi idiologi dan profesionalisme.
“Kita harus mampu menterjemahkan tujuannya sesuai kebutuhan zaman disamping mampu menciptakan instrumen-instrumen penunjangnya” jelas Purta Maluku ini
Dalam paradigma profesionalisme ada 2 hal yang perlu dibangun dan dibenahi kata Taufan, yaitu bagaimana kader HMI mampu menguasai secara mendalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta memiliki keterampilan dan skil yang di butuhkan di zamannya.
Penguasaan ilmu pengetahuan dan tekhnologi menjadi syarat mutlak, sejarah mencatat maju mundurnya suatu bangsa dipengaruhi pengetahuannya terhadap ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Islam mampu mencapai puncak keemasan karena penguasaannya terhadap dua hal ini. Sampai pada waktu itu lahir ilmuan-ilmuan islam seperti khawarizmi, ibnu sina, alkindi dan lain-lain.
Penguasaan skill dan keterampilan juga menjadi mutlak adanya karena MEA telah mengarahkan kita untuk berkompetisi. Konsekuensinya kita harus memiliki keterampilan khusus yang memungkinkan kita sebgai pemenang. Perlu disadari bersama MEA ibarat arena balap yang membolehkan para pesertanya menggunakan kendaraan apa saja baik motor, mobil, andong, kuda maupun yang lain sdah barang tentu peserta yg menggunakan kendaraan yang lebih canggih pasti menang perlombaan.
“Jadi MEA adalah era kompetisi siapa yg tdk memiliki kelebihan dan daya tawar maka dia akan tergilas” sambung alumnus kedokteran UMI Makassar ini
HmI tentu sadar akan hal ini, makanya perlu menyiapkan kader-kader agar memiliki keunggulan yang lebih berdaya dan siap guna.
Oleh karena itu perlu penguatan terhadap lembaga-lembaga pengembangan profesi yang mampu mewadahi dan megarahkan berbagai minat mahasiswa menjadi tenaga-tenaga terampil yang siap berkompetisi dalam segala medan dan tantangan.
Acara pelantikan tersebut mengakat Visi besar kepengurusan yaitu terbinaya insan profesional bertanggung jawab terhadap peningkatan derajat kesehatan bangsa dengan Tegline kepengurusan mengabdi untuk bangsa, sehatkan indonesia dihadiri oleh Fungsionaris Pengurus Besar HMI serta para pengurus dari keterwakilan 19 cabang di seluruh indonesia.
Acara pelantikan dilanjutkan dengan rapat kerja di sekertariat Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia di jalan sekertariat negara cempaka putih. (MR/ Vis)


