Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Epidemiolog: Virus Nipah Berpotensi Masuk Indonesia

by Visioner Indonesia
Januari 29, 2026
in Kesehatan
Reading Time: 2min read

Jakarta – Epidemiolog Dicky Budiman menilai Indonesia tidak berada dalam posisi bebas risiko terhadap virus Nipah, meski hingga kini belum pernah melaporkan kasus infeksi pada manusia. 

Menurutnya, kondisi Indonesia justru dapat dianalogikan sebagai “bom waktu” jika tidak diantisipasi dengan penguatan sistem kesehatan dan pengawasan penyakit.

“Indonesia memang belum melaporkan kasus Nipah pada manusia. Namun, ini tidak otomatis berarti kita aman, karena sistem pengawasan penyakit kita masih tergolong lemah,” ujar Dicky dalam keterangannya, Selasa (27/1)

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor risiko yang membuat potensi kemunculan Nipah di Indonesia tetap terbuka. Salah satunya adalah keberadaan kelelawar jenis Pteropus yang merupakan inang alami virus Nipah dan tersebar luas di hutan, wilayah perbatasan, hingga permukiman warga.

Selain itu, tingkat interaksi manusia dengan satwa liar di Indonesia tergolong tinggi dan diperparah oleh kerusakan lingkungan akibat deforestasi serta perubahan fungsi lahan yang masif.

Ketiga faktor ini bersatu menciptakan kondisi seperti bom waktu. Risiko ekologisnya nyata, sementara risiko epidemiologisnya sangat bergantung pada kesiapan sistem kesehatan,” kata Dicky.

Dicky menilai, kemungkinan adanya kasus Nipah yang tidak terdeteksi tetap ada, terutama di wilayah terpencil. Fatalitas yang tinggi dapat membuat pasien meninggal sebelum sempat terdiagnosis secara tepat, sehingga luput dari pencatatan resmi.

Terkait kemungkinan kasus impor, Dicky menyebut risikonya relatif rendah. Menurutnya, penularan Nipah dari luar negeri ke Indonesia kecil kemungkinannya terjadi dan dapat dikendalikan melalui skrining berbasis risiko di pintu masuk negara, tanpa perlu menimbulkan kepanikan berlebihan.

“Risiko terbesar Indonesia bukan kasus impor, melainkan masalah struktural, yakni kurangnya deteksi dini,” ujarnya.

Banyak kasus ensefalitis atau radang otak di Indonesia, kata Dicky, tidak diketahui penyebab pastinya karena jarang dilakukan pemeriksaan spesifik terhadap virus zoonosis seperti Nipah.

Selain itu, kesiapan rumah sakit dalam pencegahan dan pengendalian infeksi masih cenderung reaktif, bukan preventif. Kondisi ini berisiko memperparah penularan jika suatu saat muncul kasus yang tidak terdeteksi sejak awal.

Dicky menekankan, fokus utama Indonesia ke depan seharusnya adalah memperkuat surveilans penyakit, khususnya ensefalitis, penyakit mirip influenza (ILI), dan infeksi saluran pernapasan akut berat (SARI).

 Ia juga mendorong penguatan prosedur pengendalian infeksi di rumah sakit, peningkatan literasi risiko zoonosis, serta integrasi pendekatan Satu Kesehatan antara manusia, hewan, dan lingkungan.

“Ancaman terbesar di masa depan bukan hanya satu virus, tetapi pola penularan zoonosis yang terus berulang pada sistem kesehatan yang belum sepenuhnya siap,” pungkasnya.

Previous Post

Bahlil Ungkap Arah Dewan Energi Nasional (DEN) 2026-2030

Next Post

Hujan Deras di Jakarta, 17 RT Tergenang Banjir

Related Posts

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”
Kesehatan

Dasco Galang Rp200 Miliar dalam 10 Menit untuk Korban Kekerasan Seksual: “Ini Bukti Kepedulian Nyata”

Agustus 8, 2026
Buntut Nyinyiri Pasien BPJS, RS Pusri Pecat Dokter Tamara
Kesehatan

Buntut Nyinyiri Pasien BPJS, RS Pusri Pecat Dokter Tamara

Agustus 8, 2026
Americano Rendah Kalori dengan Beragam Manfaat Kesehatan Tubuh
Kesehatan

Americano Rendah Kalori dengan Beragam Manfaat Kesehatan Tubuh

Agustus 5, 2026
Menkes: Aplikasi SATUSEHAT Segera Bisa Tampilkan Riwayat Kesehatan Lengkap dan Analisis AI
Kesehatan

Menkes: Aplikasi SATUSEHAT Segera Bisa Tampilkan Riwayat Kesehatan Lengkap dan Analisis AI

Agustus 5, 2026
Bos BGN: Putusan MK Tegaskan MBG Program Konstitusional
Kesehatan

Bos BGN: Putusan MK Tegaskan MBG Program Konstitusional

Agustus 5, 2026
BPOM: Restoran, Toko Kopi hingga Kafe Harus Sematkan Nutri Level
Kesehatan

BPOM: Restoran, Toko Kopi hingga Kafe Harus Sematkan Nutri Level

Juli 30, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya

PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”

Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan

Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Minta Ekshumasi

Wali Band Bikin Penonton The Sounds Project 2026 Nangis dan Doa Bareng

TERPOPULER

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah: Bukan Rp300 Triliun, Kerugian Riil Sepenuhnya

PT Timah Buka Suara Soal Aksi Massa di Belitung Timur: “Utamakan Dialog dan Keterbukaan”

Febrie Adriansyah Klaim Jadi Korban Kriminalisasi, Pakar: Buktikan di Pengadilan

Usut Kematian Sutrimo, Polisi Periksa Dokter RS Muhammadiyah Pekan Depan

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Minta Ekshumasi

Wali Band Bikin Penonton The Sounds Project 2026 Nangis dan Doa Bareng

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved